
Pantau - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pengakuan terhadap hutan adat seluas 1,4 juta hektare selama periode 2025–2029 merupakan bagian penting dari strategi nasional Indonesia dalam memerangi kejahatan lingkungan dan memperkuat tata kelola hutan berbasis masyarakat.
“Salah satu aspek krusial yang sering terabaikan dalam penanggulangan kejahatan lingkungan adalah keterlibatan masyarakat adat dan masyarakat lokal. Mereka adalah penjaga sejati hutan kita,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum United for Wildlife Global Summit dan Pertemuan Tingkat Tinggi Menteri di Rio de Janeiro, Brasil, yang diselenggarakan oleh Yayasan Kerajaan Pangeran dan Putri Wales dan dihadiri oleh Pangeran William serta perwakilan dari berbagai negara dan organisasi internasional.
Pengakuan Hutan Adat Turunkan Deforestasi Hingga 50 Persen
Raja Antoni menjelaskan bahwa pengakuan hutan adat bukan hanya bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat adat, tetapi juga strategi efektif dalam menurunkan angka deforestasi.
Berdasarkan data State of Indonesia’s Forests Outlook (SOIFO) 2024, pengakuan terhadap wilayah adat telah berhasil menekan deforestasi sebesar 30 hingga 50 persen.
“Melalui dukungan untuk tata kelola hutan berbasis masyarakat, Indonesia memperkuat kejelasan hukum, jaminan tenurial, dan keberlanjutan pengelolaan hutan,” tegasnya.
Indonesia juga telah membentuk Satuan Tugas Khusus Percepatan Pengakuan Hutan Adat pada Maret 2025 untuk mempercepat proses ini.
“Oleh karena itu, mempercepat pengakuan ini sangatlah penting. Sama pentingnya adalah komitmen kita untuk mengakui Masyarakat Adat dan komunitas lokal,” tambahnya.
Indonesia Siap Jadi Mitra Global Atasi Kejahatan Lingkungan
Dalam kesempatan yang sama, Raja Antoni menyerukan kerja sama lintas batas dan pertukaran data global untuk menghentikan berbagai bentuk kejahatan lingkungan, seperti perdagangan satwa liar ilegal dan praktik deforestasi liar.
Ia menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi mitra aktif dalam koalisi global untuk melestarikan warisan alam bagi generasi mendatang.
Direktur Eksekutif United for Wildlife, Tom Clements, menyambut baik komitmen Indonesia yang dinilainya sebagai langkah kepemimpinan inspiratif.
“Ini merupakan contoh kepemimpinan yang menginspirasi dalam melindungi manusia dan planet ini. Dengan mendukung masyarakat lokal, negara ini menunjukkan bahwa tata kelola hutan yang kuat merupakan kunci untuk mengatasi kejahatan lingkungan dan melestarikan warisan alam bersama,” ungkapnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan








