
Pantau - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin bersama Duta Besar RI untuk Italia Junimart Girsang membahas rencana penempatan 500 ribu tenaga kerja migran Indonesia ke luar negeri, dengan Italia sebagai salah satu negara tujuan potensial.
Mukhtarudin menyampaikan bahwa apabila Italia resmi menjadi negara penempatan, pemerintah akan segera mengajukan nota diplomatik antar pemerintah sebagai dasar kerja sama resmi.
Rencana penempatan ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto, dengan target 300 ribu tenaga kerja dari lulusan SMK dan 200 ribu dari kalangan masyarakat umum.
Presiden Prabowo memberikan dukungan penuh terhadap program pelatihan berstandar internasional guna memastikan pekerja migran Indonesia memiliki daya saing di pasar global.
Italia Sambut Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Perawat dan Hospitality
Dubes Junimart menyebutkan bahwa pemerintah Italia terbuka terhadap penempatan tenaga kerja Indonesia, khususnya untuk sektor perawat dan hospitality, dengan pengajuan awal sebesar 100 ribu slot kerja.
“Pemerintah Italia menyambut baik tenaga kerja Indonesia yang terlatih dan memiliki keterampilan menengah hingga tinggi,” ungkap Junimart Girsang.
Mukhtarudin menegaskan bahwa momentum bonus demografi harus dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk menyerap tenaga kerja muda ke pasar kerja luar negeri yang membutuhkan keterampilan.
Pemerintah juga tengah mengupayakan revisi terhadap Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 untuk memusatkan kewenangan penempatan dan perlindungan pekerja migran di Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Pertemuan ditutup dengan komitmen percepatan tindak lanjut pembahasan teknis antara KBRI Roma dan otoritas Italia guna merealisasikan target penempatan dalam waktu dekat.
- Penulis :
- Aditya Yohan








