Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Hetifah Ajak Mahasiswa Kaltim Bangun Nalar Kritis dan Budaya Riset untuk Dorong Inovasi Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Hetifah Ajak Mahasiswa Kaltim Bangun Nalar Kritis dan Budaya Riset untuk Dorong Inovasi Nasional
Foto: (Sumber : saat menjadi pembicara kunci Lokakarya Penguatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat (PKPRIM) secara daring di Samarinda, Rabu (26/11/2025). ANTARA/Ahmad Rifandi.)

Pantau - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengajak mahasiswa baru Kalimantan Timur untuk membangun nalar kritis dan budaya riset yang kuat guna mendorong inovasi nasional.

Pentingnya Riset dan Penguatan Fondasi Ilmiah

" Kemampuan riset harus ditekankan untuk melatih berpikir analitis secara mendalam, bukan hanya sekadar formalitas untuk menyelesaikan tugas akhir perkuliahan," ungkap Hetifah.

Ia memaparkan bahwa meskipun peringkat Global Innovation Index Indonesia naik ke posisi 54 pada 2024, indikator penciptaan pengetahuan baru masih rendah.

Hetifah menjelaskan adanya kesenjangan kualitas signifikan antara standar pendidikan tinggi Indonesia dan negara maju, terutama dari sisi produktivitas akademik.

Ia menyoroti rendahnya skor sitasi jurnal internasional Indonesia yang hanya mencapai 2,4, jauh dari standar global yaitu 88,3.

Hetifah menegaskan pentingnya penguasaan tujuh langkah berpikir ilmiah, mulai dari perumusan masalah hingga publikasi, sebagai fondasi intelektual mahasiswa.

Ia juga mengingatkan mengenai etika penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam penulisan ilmiah.

Menurutnya, teknologi AI hanya boleh digunakan untuk menyusun kerangka atau menyunting tata bahasa, bukan menggantikan proses berpikir penulis.

Hetifah turut menyoroti minimnya anggaran riset nasional yang hanya 0,3 persen dari PDB, jauh dibanding Korea Selatan yang mencapai 4,3 persen.

Apresiasi BRIDA Kaltim dan Harapan bagi Periset Muda

Kepala BRIDA Kaltim, Fitriansyah, mengapresiasi dukungan legislatif tersebut karena sejalan dengan visi daerah untuk mencetak ribuan periset muda.

"Melalui penguatan metodologi dan etika ini, kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu memverifikasi fakta di tengah banjir informasi," ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf