Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Ingatkan Kepri Waspadai Dampak Siklon Tropis Senyar dan Koto yang Tidak Lazim

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Ingatkan Kepri Waspadai Dampak Siklon Tropis Senyar dan Koto yang Tidak Lazim
Foto: (Sumber : Gambar citra pergerakan Siklon Tropis Senyar dan Siklon Koto di Selat Malaka, Jumat (27/11/2025). ANTARA/HO-BMKG..)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah di Kepulauan Riau (Kepri) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak dari Siklon Tropis Senyar dan Siklon Tropis Koto yang tengah aktif di sekitar wilayah Indonesia.

“Dampak dari siklon adalah berkumpulnya awan potensi hujan, angin kencang yang dapat memicu gelombang tinggi dan pohon tumbang,” ujar Ramlan Djambak, Kepala BMKG Hang Nadim Batam dan Koordinator BMKG se-wilayah Kepri.

Kepri Ikut Terdampak, Meski Tidak Separah Sumatera

Ramlan menjelaskan bahwa Kepri termasuk wilayah yang ikut terdampak dua sistem siklon tersebut, sama seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Namun, intensitas dampaknya tidak sebesar yang terjadi di wilayah Sumatera bagian utara dan barat yang saat ini tengah mengalami banjir bandang dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem.

“Yang membedakannya, jarak dengan Sumatera Utara dan Aceh sangat dekat dengan siklon. Walaupun Kepri terdampak, namun tidak sehebat Aceh, Sumut maupun Sumbar,” jelas Ramlan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa masyarakat tetap harus waspada karena arah gerak Siklon Senyar dan Koto belum pasti dan masih bisa bergerak mendekati Kepri.

“Kecuali jika pergerakannya, baik Siklon Senyar maupun Siklon Koto, ke arah Laut China Selatan,” tambahnya.

Fenomena Siklon Tropis Dianggap Tak Lazim, Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem Dikeluarkan

Ramlan menyebut bahwa munculnya dua siklon tropis ini di wilayah yang dekat dengan garis ekuator merupakan fenomena luar biasa.

“Laut China Selatan itu kan laut sempit. Biasanya siklon akan tumbuh awalnya di laut lepas, laut luas. Ini malah di laut sempit dan bahkan bergerak ke daratan,” ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa kemunculan siklon di dekat Sumatera sebelumnya tidak pernah terjadi, sehingga ini menjadi bukti nyata dari perubahan iklim.

“Artinya perubahan iklim ini sudah nyata. Memang (siklon) ini tidak wajar, tumbuh siklon ini tidak pernah ada siklon itu apalagi di dekat Sumatera,” ujarnya.

Dalam lima tahun terakhir, beberapa sistem siklon juga tercatat mendekati wilayah Indonesia dan menimbulkan dampak signifikan, seperti di perairan Bengkulu serta siklon Cempaka yang melanda Cilacap dan Yogyakarta pada 2017.

BMKG mengimbau masyarakat Kepri untuk waspada terhadap potensi hujan disertai angin kencang dan gelombang laut tinggi.

“Untuk transportasi laut diwaspadai untuk nelayan, dan segala macam yang beraktivitas di laut lebih diperhatikan gelombang lautnya, akan berbahaya jangan dipaksakan untuk melaut atau belayar,” tegas Ramlan.

Ia juga mengingatkan masyarakat di sekitar pegunungan dan pesisir agar memperhatikan potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor akibat hujan lebat.

Penulis :
Ahmad Yusuf