HOME  ⁄  Nasional

21 Jenazah Ditemukan di Sungai Batang Anai, Diduga Korban Galodo di Padang Panjang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

21 Jenazah Ditemukan di Sungai Batang Anai, Diduga Korban Galodo di Padang Panjang
Foto: (Sumber : Kondisi jalan dekat gerbang Kota Padang Panjang di kawasan Jembatan Kembar menuju Lembah Anai tertimbun material tanah dan bebatuan dari banjir bandang, Kamis (27/11/2025) siang. ANTARA/HO-PJR Satlantas.)

Pantau - Sebanyak 21 jenazah ditemukan di aliran Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, diduga merupakan korban banjir bandang atau galodo yang menerjang wilayah Jembatan Kembar, Kota Padang Panjang, pada Kamis, 27 November 2025.

“Untuk sementara hingga malam tadi ada 21 jenazah yang telah ditemukan,” kata Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, di Parik Malintang, Sabtu.

Tim Gabungan Terus Lanjutkan Pencarian Korban

Seluruh jenazah ditemukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat dalam proses pencarian yang berlangsung hingga malam hari, Jumat, 28 November 2025.

Dari total 21 korban, sebanyak 19 orang ditemukan di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, satu orang di Kecamatan Lubuk Alung, dan satu orang lainnya di Kecamatan Batang Anai.

Setelah ditemukan, para korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk penanganan awal, lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara guna proses identifikasi lebih lanjut.

“Untuk status, ada yang diambil keluarga dan ada juga yang belum diambil,” ujar AKBP Ahmad Faisol Amir.

Tim pencari masih melanjutkan upaya penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batang Anai untuk menemukan korban lainnya yang kemungkinan masih tertimbun atau hanyut.

Galodo Timbun Jalan Nasional, Akses Lumpuh Total

Banjir bandang atau galodo tersebut membawa material berupa tanah, lumpur, bebatuan, serta batang pohon dan menimbun badan jalan nasional Padang–Padang Panjang.

Material mengendap di beberapa titik, termasuk di gerbang Kota Padang Panjang, wilayah Tanah Datar, dan area Jembatan Kembar menuju Lembah Anai.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Padang Panjang, Noviyati, menyatakan bahwa peristiwa tersebut menimbun jalan nasional yang menjadi pintu masuk utama ke Kota Padang Panjang dan kawasan wisata Lembah Anai.

Akibatnya, akses kendaraan dari dan menuju kota tidak bisa dilalui, menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Pemerintah dan tim gabungan terus berupaya melakukan pembersihan jalur terdampak sembari melanjutkan pencarian korban galodo yang belum ditemukan.

Penulis :
Aditya Yohan

Terpopuler