Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

2.500 Warga Agam Mengungsi akibat Banjir Bandang dan Longsor, 26 Dapur Umum Didirikan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

2.500 Warga Agam Mengungsi akibat Banjir Bandang dan Longsor, 26 Dapur Umum Didirikan
Foto: (Sumber : Sejumlah petugas Basarnas Padang mengevakuasi korban terdampak banjir di Anak Aia Kasiang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. ANTARA/HO-BPBD Agam.)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan bahwa sekitar 2.500 warga mengungsi akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu oleh curah hujan tinggi selama sepekan terakhir.

“Ada 2.500 warga yang mengungsi ke lokasi pengungsian yang telah disediakan,” demikian pernyataan resmi BPBD Kabupaten Agam.

Bencana alam ini telah menimbulkan kerusakan besar, dengan dampak paling serius dirasakan di wilayah-wilayah yang berada di jalur sungai dan lereng perbukitan.

Pengungsi Tersebar di Sejumlah Kecamatan Terdampak

Sebaran pengungsi tersebar di berbagai kecamatan, antara lain:

  • Kecamatan Ampek Koto: sekitar 600 pengungsi akibat meluapnya sejumlah sungai.
  • Kelurahan Dalam, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh: sekitar 100 pengungsi, mengungsi ke Kantor Wali Nagari Pasia Laweh karena jalan terputus.
  • Salareh Aia, Kecamatan Palembayan: ratusan warga mengungsi akibat banjir bandang.
  • Anak Aia Kasiang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari: ratusan warga mengungsi ke balairong kantor wali nagari karena pemukiman terendam banjir.
  • Malalak Timur: ratusan warga mengungsi ke lokasi aman akibat banjir bandang.
  • Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara: ratusan orang mengungsi ke halaman kantor camat di Labuhan.

Proses evakuasi dilakukan dengan dukungan perahu karet dari Basarnas Padang, Lantamal II Padang, dan unsur lainnya untuk mengevakuasi warga dari wilayah yang sulit dijangkau.

26 Dapur Umum Didirikan untuk Penuhi Kebutuhan Pengungsi

Untuk memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi, Pemerintah Kabupaten Agam bersama pemerintah nagari telah mendirikan 26 dapur umum di berbagai lokasi.

“Kebutuhan makan seluruh pengungsi bakal disediakan oleh dapur umum yang telah didirikan,” jelas pihak BPBD.

Selama di pengungsian, warga dibantu dengan pasokan makanan siap saji yang dimasak langsung oleh petugas gabungan dan relawan di dapur umum tersebut.

Korban Jiwa Capai 86 Orang, 88 Masih Hilang

Sebelumnya dilaporkan, bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam telah menyebabkan 86 orang meninggal dunia, sementara 88 orang masih belum ditemukan hingga Jumat malam, 28 November 2025.

Rincian korban meninggal dunia tersebar di empat kecamatan:

  • Kecamatan Malalak: 10 orang
  • Kecamatan Tanjung Raya: 2 orang
  • Kecamatan Matur: 1 orang
  • Kecamatan Palembayan: 74 orang

Situasi di Agam masih dalam status darurat, dengan upaya penanggulangan terus dilakukan oleh pemerintah daerah dan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan.

Penulis :
Aditya Yohan