Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Program Makan Bergizi Gratis di Padang Dialihkan untuk Korban Banjir, Penyaluran Bergantung Situasi Cuaca

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Program Makan Bergizi Gratis di Padang Dialihkan untuk Korban Banjir, Penyaluran Bergantung Situasi Cuaca
Foto: (Sumber : Kegiatan pengalihan program MBG menjadi untuk korban banjir di Kota Padang, Sumatera Barat. ANTARA/HO-Humas SPPG Tanah Sirah.)

Pantau - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanah Sirah di Kota Padang, Sumatera Barat, mengalihkan program makan bergizi gratis (MBG) dari pelajar ke para penyintas banjir akibat diliburkannya kegiatan sekolah pascabencana.

"Sejak Kamis (27/11) hingga Jumat (28/11) kami sudah mengalihkan MBG kepada para korban banjir di Kota Padang," ungkap Kepala SPPG Tanah Sirah, Agung Sajdah.

Pengalihan program dilakukan berdasarkan arahan dari Wali Kota Padang dan Koordinator SPPG wilayah Kota Padang.

Anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) mulai diliburkan sejak Kamis, 27 November 2025, karena bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah.

Ribuan Paket MBG Disalurkan ke Lokasi Pengungsian

Pada Kamis, SPPG Tanah Sirah menyalurkan 1.200 makanan basah ke Puskesmas Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah.

Kemudian pada Jumat, penyaluran dilanjutkan ke posko bencana di daerah Lubuk Minturun, dengan total 1.500 makanan yang terdiri dari makanan kering dan basah.

"Hari ini kita tidak beroperasi tetapi Jumat (28/11) porsi MBG bagi pengungsi kita dobelkan," ujar Agung Sajdah.

Untuk hari Sabtu ini, SPPG tidak melakukan distribusi MBG karena kegiatan dihentikan sementara.

Namun, penyaluran MBG direncanakan akan kembali dilanjutkan pada Senin, 1 Desember 2025, dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Jika pada hari tersebut siswa SMK sudah kembali masuk sekolah untuk mengikuti ujian, maka penyaluran MBG akan difokuskan kembali kepada pelajar dalam bentuk makanan kering.

Sebaliknya, jika anak-anak SD dan SMP masih diliburkan, maka MBG akan tetap dialihkan untuk para korban banjir.

Potensi Cuaca Ekstrem Masih Mengancam

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, membenarkan bahwa anak-anak SD dan SMP masih diliburkan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

"Betul, dan surat edarannya," ujarnya singkat.

Menurut data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, potensi cuaca ekstrem di Sumatera Barat masih dapat terjadi hingga 29 November 2025.

Fenomena ini berkaitan dengan keberadaan bibit Siklon Tropis 95B yang terpantau sejak 21 November 2025 di Selat Malaka, sebelah timur perairan Aceh.

Penulis :
Ahmad Yusuf