
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak Rabu, 26 November 2025, guna mengurangi dampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi di Kabupaten Lumajang.
Operasi ini bertujuan mengoptimalkan penanganan cuaca ekstrem yang menyertai aktivitas vulkanik Gunung Semeru.
OMC dilakukan melalui kolaborasi antara Pemprov Jawa Timur, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda.
Pelaksanaan dan Rincian Operasi
Pelaksanaan OMC dilakukan dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan C208 berregistrasi PK-SNM.
Hingga Sabtu, 29 November 2025, operasi ini telah melaksanakan sembilan sorti penerbangan.
Sorti tersebut terbagi menjadi dua sorti pada Rabu, dua sorti pada Kamis, tiga sorti pada Jumat, dan dua sorti pada Sabtu.
Setiap sorti menaburkan 1.000 kilogram bahan semai ke wilayah sasaran.
Total bahan semai yang telah digunakan mencapai sembilan ton, terdiri dari tiga ton natrium klorida (NaCl) dan enam ton kalsium oksida (CaO).
Wilayah sasaran penaburan mencakup Perairan Selatan Jawa Timur, Selatan Malang, Barat Malang, Barat Gunung Semeru, Barat Daya Gunung Semeru, dan Utara Gunung Semeru.
"Khusus hari ini, kegiatan OMC telah berlangsung dua sorti dengan sasaran wilayah Barat Malang dan Utara Gunung Semeru", ungkap salah satu petugas pelaksana.
Imbauan Pemerintah kepada Warga
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi selama musim hujan.
"Cuaca ekstrem disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur. Saya meminta masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah", ia mengungkapkan.
Operasi ini dijadwalkan berakhir pada Minggu, 30 November 2025.
- Penulis :
- Shila Glorya







