
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya penguatan kapasitas nasional sebagai syarat utama agar Indonesia dapat tampil kuat di panggung internasional.
AHY Soroti Modal Kuat Indonesia Hadapi Tantangan Global
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menjadi pembicara kunci dalam Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 yang digelar di Jakarta pada Sabtu, 29 November 2025.
Dalam pidatonya, AHY menyampaikan pentingnya membangun kepercayaan di dalam negeri sebelum berambisi menjadi pemimpin regional maupun global.
"Bagaimana kita bisa elevate our game, bagaimana kita bisa naik ke atas. Prinsipnya bagaimana sebelum kita bisa memimpin di kawasan, sebelum bisa tampil dengan kokoh di dunia di panggung internasional, mari kita bangun kepercayaan kita di dalam negeri," ungkapnya.
AHY menambahkan bahwa apabila ekonomi domestik tumbuh dengan kuat dan tinggi, maka rakyat Indonesia akan hidup makmur dan sejahtera.
Ia menyebut Indonesia memiliki sejumlah modal strategis untuk memperkuat posisinya di tingkat global, yakni sumber daya manusia yang unggul, inovasi yang kuat, perkembangan teknologi yang tinggi, dan rasa percaya diri nasional.
"Kita punya modal untuk bisa menjadi leader di kawasan, menjadi jembatan di dunia. Inilah yang harus kita lakukan to elevate our game in this season," ia mengungkapkan.
Peran Strategic Craft dan Kekuatan Regional
Menanggapi berbagai tantangan global, seperti isu ekonomi, politik, dan perubahan iklim, AHY menggarisbawahi pentingnya Indonesia memiliki strategic craft.
Konsep strategic craft dijelaskan sebagai kemampuan untuk melihat masa depan sekaligus mempersiapkan strategi terbaik agar Indonesia tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif di kancah global.
Menurut AHY, strategic craft membutuhkan kepemimpinan yang visioner, kuat, dan transformasional, serta partisipasi seluruh elemen masyarakat termasuk media, pelaku bisnis, dan sektor usaha.
Lebih lanjut, AHY menyerukan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengikut dalam dinamika geopolitik regional dan global.
"Jangan mau ada kekuatan lain yang masuk kemudian kita diam saja menonton, ikut aja. Kita punya martabat. Nah yang terakhir, membangun koalisi negara kekuatan menengah dan juga dengan Global South," ujarnya menegaskan.
AHY menutup pernyataannya dengan ajakan untuk memperkuat peran Indonesia dalam ASEAN serta memperluas kerja sama strategis dengan negara-negara di kawasan Selatan Global (Global South).
- Penulis :
- Leon Weldrick







