Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPS DKI Ungkap Inflasi Jakarta Cenderung Tinggi Setiap Momen Lebaran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPS DKI Ungkap Inflasi Jakarta Cenderung Tinggi Setiap Momen Lebaran
Foto: (Sumber : Tangkapan layar - Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Rabu (1/4/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa..)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan inflasi bulanan di Jakarta cenderung meningkat pada periode yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri akibat lonjakan permintaan barang dan jasa.

Tren Inflasi Saat Lebaran

Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan, "Pada bulan bertepatan dengan Idul Fitri selalu terjadi inflasi yang cukup tinggi dikarenakan meningkatnya permintaan jumlah barang dan jasa."

Dalam lima tahun terakhir, sejumlah komoditas secara konsisten menjadi penyumbang inflasi, seperti telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, angkutan udara, dan emas perhiasan.

Pada 2025, inflasi bulanan tercatat mencapai 2,00 persen dengan kontribusi utama dari tarif listrik, bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras, dan cabai merah.

Sementara pada Maret 2026, inflasi bulanan Jakarta tercatat sebesar 0,51 persen dengan kenaikan harga pada komoditas seperti daging ayam ras, bensin, angkutan antarkota, beras, dan cabai merah.

Komoditas Penyumbang dan Upaya Pengendalian

BPS mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan kenaikan indeks harga sebesar 1,46 persen dan andil inflasi 0,30 persen pada Maret 2026.

Kadarmanto menyebut data komoditas penyumbang inflasi tersebut dapat menjadi acuan dalam pengendalian inflasi pada momen Lebaran di masa mendatang.

Ia mengungkapkan, "Tingginya inflasi tarif listrik pada Maret 2025 terjadi akibat berakhirnya diskon tarif listrik pada bulan sebelumnya."

Sebagai informasi tambahan, peningkatan permintaan selama Ramadan dan Lebaran menjadi faktor utama yang memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok dan jasa transportasi di Jakarta.

Penulis :
Aditya Yohan