Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Mitigasi Dampak Geopolitik Global demi Jaga Kinerja Pariwisata Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemerintah Mitigasi Dampak Geopolitik Global demi Jaga Kinerja Pariwisata Nasional
Foto: (Sumber : Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menghadiri rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta pada Rabu (1/4/2026). (ANTARA/HO-Kemenpar).)

Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata melakukan langkah mitigasi untuk menghadapi dampak dinamika geopolitik global terhadap sektor pariwisata nasional agar tetap mencapai target kunjungan wisatawan pada 2026.

Dampak Konflik dan Penurunan Kunjungan

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan tekanan terhadap sektor pariwisata dipicu konflik di Timur Tengah yang berdampak pada penerbangan internasional.

Ia mengatakan, "Dinamika geopolitik global tentu memberikan tekanan terhadap sektor pariwisata. Namun, kami terus melakukan langkah-langkah mitigasi agar target kinerja pariwisata nasional tetap terjaga."

Penutupan wilayah udara Iran pada 28 Februari hingga 28 Maret 2026 menyebabkan gangguan penerbangan dari sejumlah hub internasional dan pembatalan sekitar 770 penerbangan menuju Jakarta, Bali, dan Medan.

Kondisi tersebut diperkirakan menghilangkan peluang kunjungan sekitar 60 ribu wisatawan ke Indonesia.

Selain itu, kenaikan harga energi global turut meningkatkan biaya transportasi lintas negara yang berdampak pada industri pariwisata.

Strategi Adaptasi dan Penguatan Pariwisata

Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16 juta hingga 17,6 juta pada 2026 dengan strategi diversifikasi pasar dan penguatan promosi internasional.

Widiyanti mengungkapkan, "Di tengah tekanan global, kita perlu bergerak lebih adaptif. Diversifikasi pasar, penguatan promosi, dan optimalisasi wisata nusantara menjadi kunci agar sektor pariwisata tetap menjadi penggerak ekonomi nasional."

Upaya dilakukan dengan mengalihkan fokus pasar ke Asia Tenggara dan Asia Timur serta meningkatkan kerja sama dengan maskapai penerbangan untuk rute langsung ke Eropa dan Amerika.

Pemerintah juga mendorong pengembangan lebih dari 6.200 desa wisata, peningkatan kompetensi pemandu wisata, serta penguatan program seperti Wonderful Indonesia Gastronomi dan Tourism 5.0.

Sebagai informasi tambahan, DPR RI turut mendorong penguatan konektivitas dan kebijakan bebas visa bagi wisatawan dari negara potensial guna menjaga daya saing pariwisata nasional.

Penulis :
Aditya Yohan