Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Legislator: Presiden Sudah Kirim Bantuan, Kini Pemda Harus Gerak Cepat Respons Data Bencana Sumbar

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Legislator: Presiden Sudah Kirim Bantuan, Kini Pemda Harus Gerak Cepat Respons Data Bencana Sumbar
Foto: (Sumber: Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, minta pemerintah daerah di Sumbar percepat pendataan dampak bencana agar bantuan pusat dapat segera digulirkan selama masa tanggap darurat.)

Pantau - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menegaskan pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah di Sumatera Barat dalam merespons sinyal bantuan dari Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait pendataan dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Ia menyatakan bahwa percepatan pendataan kerusakan dan rencana aksi pemulihan menjadi kunci agar pemerintah pusat dapat mengambil langkah konkret dalam penanganan bencana.

“Sekarang saja, bantuan telah dikirim Presiden Prabowo dengan menggunakan empat pesawat. Ini merupakan sinyal kepedulian yang mesti ditangkap dengan baik oleh kepala daerah, di daerah terdampak bencana,” ungkap Alex.

Masa Tanggap Darurat hingga 8 Desember, Data Daerah Jadi Kunci

Status tanggap darurat di Sumatera Barat masih berlangsung hingga 8 Desember 2025.

Menurut Alex, kementerian dan lembaga pusat siap berkontribusi menangani dampak bencana selama data dari daerah disiapkan secara lengkap dan akurat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak akan tinggal diam jika rencana pemulihan disusun dengan baik.

Bencana banjir dan longsor ini terjadi akibat hujan berintensitas sedang hingga lebat selama 22–27 November 2025.

Data dari BNPB per 28 November 2025 pukul 16.00 WIB menunjukkan:

69.293 orang mengungsi

45.733 orang terdampak

23 orang meninggal dunia

12 orang hilang

Sebanyak 7 kabupaten/kota terdampak di Sumatera Barat, dengan Kabupaten Padang Pariaman sebagai daerah paling parah:

13 kecamatan terdampak longsor

11 kecamatan terdampak banjir

Presiden Prabowo telah menginstruksikan pengiriman bantuan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menggunakan 4 pesawat serta tambahan 2 unit helikopter.

Ruang Fiskal Daerah Terbatas, Pemerintah Pusat Diminta Hadir

Alex juga menyoroti keterbatasan kemampuan keuangan daerah di Sumbar yang mayoritas masuk kategori sangat rendah.

Kondisi ini diperparah oleh pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh Kementerian Keuangan, yang semakin menyempitkan ruang fiskal daerah dalam merespons bencana.

“Presiden Prabowo telah memberikan sinyal kuat, tak membiarkan daerah sendirian menghadapi bencana. Sekarang, tinggal daerah meresponnya seperti apa,” tegasnya.

Komitmen Bantuan Bibit dan Dukungan Kementerian Terkait

Komisi IV DPR RI telah melakukan koordinasi dengan mitra kerja, yaitu:

Kementerian Pertanian

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Bulog

Bapanas

Kementerian Kehutanan

Dalam komunikasi dengan Dirjen Hortikultura Kementan, telah disepakati komitmen pemberian bantuan bibit kepada petani terdampak banjir dan longsor.

“Agar bibit yang akan diberikan itu sesuai kebutuhan, tentunya membutuhkan data dari pemerintah daerah,” jelas Alex.

Ia berharap proses assessment dampak bencana dapat segera dirampungkan, sejalan dengan upaya penyelamatan korban yang masih berlangsung.

Apresiasi untuk Presiden dan Masyarakat yang Terlibat Aktif

Alex juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas respon cepat dalam penyediaan bantuan selama masa tanggap darurat.

Tak lupa, ia memberi apresiasi tinggi kepada semua elemen masyarakat yang aktif terlibat dalam penanganan bencana.

“Saya juga berterima kasih dan memberi apresiasi tinggi kepada semua elemen masyarakat seperti TNI/Polri, BPBD, Basarnas, Tagana, Ormas, OKP, dan masyarakat secara umum yang telah terlibat secara aktif dalam melakukan upaya pertolongan dan pencarian korban,” tutupnya.

Penulis :
Gerry Eka