Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

HNW: Hari Solidaritas Internasional Harus Jadi Aksi Nyata Bela Palestina, Bukan Sekadar Seremoni

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

HNW: Hari Solidaritas Internasional Harus Jadi Aksi Nyata Bela Palestina, Bukan Sekadar Seremoni
Foto: (Sumber: Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi))

Pantau - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyerukan agar peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina pada 29 November tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi diiringi dengan langkah konkret dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia menilai bahwa sejak PBB menetapkan 29 November sebagai Hari Solidaritas Internasional, kondisi Palestina tidak membaik, bahkan semakin memburuk.

“Peringatan ini penting agar diikuti tindakan nyata karena nasib Palestina tidak membaik sejak ditetapkan PBB; cita-cita negara Palestina merdeka semakin jauh, genosida oleh Israel terus berlanjut di Gaza, Tepi Barat, dan Masjid Al-Aqsha,” ujar HNW.

Israel Langgar Hak Palestina, PBB Diminta Tegas

HNW mengapresiasi penetapan Hari Solidaritas oleh PBB, namun menekankan bahwa semangat solidaritas itu harus diwujudkan, bukan hanya menjadi slogan.

Ia juga merespons pernyataan Sekjen PBB Antonio Guterres yang menyebut bahwa rakyat Palestina berhak atas martabat, keadilan, dan penentuan nasib sendiri.

Namun dalam kenyataannya, hak-hak tersebut terus dilanggar oleh Israel selama dua tahun terakhir, termasuk dengan mengabaikan hukum internasional.

“Seruan dari Sekjen PBB jangan hanya jadi slogan, tapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata oleh PBB,” tegasnya.

Menurut HNW, Hari Solidaritas harus menjadi momentum untuk menyerukan penghormatan terhadap hak-hak Palestina dan mengakhiri pendudukan ilegal.

Setelah Gencatan Senjata, Kekerasan Masih Berlanjut

HNW juga mengungkap bahwa meskipun ada kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, kekerasan terhadap warga Palestina tetap terjadi.

Data dari Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan bahwa lebih dari 280 warga sipil tewas pasca-gencatan senjata, termasuk 67 anak-anak.

“PBB seharusnya tidak hanya memperingati Hari Solidaritas bersama bangsa Palestina, tetapi juga melaksanakan semua resolusi yang sudah dibuatnya dan juga keputusan Mahkamah Internasional dan Mahkamah Pidana Internasional,” jelas HNW.

Ia menegaskan pentingnya langkah nyata untuk menghadirkan perdamaian, menghentikan kejahatan kemanusiaan, dan mendorong realisasi solusi dua negara.

Ribuan Tahanan Palestina Perlu Dibela

HNW juga menyoroti keberadaan ribuan warga Palestina, termasuk anak-anak, yang ditahan secara semena-mena oleh Israel tanpa dasar hukum yang jelas.

Menurutnya, pembebasan para tahanan tersebut harus menjadi bagian dari bukti konkret solidaritas PBB terhadap Palestina.

“PBB harus mewujudkan solidaritas nyata untuk Palestina agar HAM mereka dipenuhi dan kemerdekaan bisa tercapai,” tutup HNW.

Penulis :
Gerry Eka