
Pantau - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim dengan membangun 24 embung dan kolam retensi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Sistem Sponge City untuk Konservasi Air dan Pengendalian Iklim
Pembangunan embung dan kolam retensi ini dirancang untuk mendukung konsep sponge city, yakni sistem pengelolaan air yang meniru siklus air alami agar mampu menyerap, menyimpan, dan mengelola air hujan secara efisien.
"24 badan air (embung dan kolam retensi) dibangun di IKN dengan total kapasitas dua juta meter kubik, menambahi dua juta meter kubik dari 30 embung yang sudah ada saat ini," ungkap perwakilan Otorita IKN.
Setiap badan air ini dirancang agar tidak menambah debit air limpasan ke saluran drainase atau sungai, sesuai prinsip zero delta q.
Infrastruktur ini memiliki fungsi strategis untuk menahan, menyerap, dan mengendalikan aliran air permukaan, mengurangi risiko limpasan berlebih, serta menjaga keseimbangan hidrologis di kawasan IKN.
"Jadi pembangunan itu mendukung sistem konservasi air berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim," jelasnya.
Embung Jadi Infrastruktur Tangguh, Estetis, dan Fungsional
Embung dan kolam retensi menjadi bagian penting dari infrastruktur dasar IKN yang aman, tangguh (resilien), adaptif, dan berkelanjutan.
Selain itu, keberadaan badan air ini juga memberikan nilai tambah terhadap estetika kota dan kualitas ruang terbuka hijau.
"Embung dan kolam retensi memperindah lanskap kota, menciptakan ruang terbuka hijau yang memperkaya karakter IKN sebagai ibu kota yang hijau," tambahnya.
Air yang tersimpan dalam embung juga bisa dimanfaatkan sebagai cadangan air baku sekunder, untuk penyiraman taman, dan kebutuhan darurat seperti pemadaman kebakaran.
Fungsi lainnya termasuk menurunkan suhu udara kawasan serta mengendalikan banjir skala mikro dan makro.
Pembangunan embung dan kolam retensi ini dilaksanakan oleh tiga perusahaan kontraktor, yaitu PT Bumi Karsa, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya, yang telah menandatangani kontrak kerja sama proyek tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka







