Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Kemendagri Dirikan Posko Darurat di Tapanuli Utara, 158 Korban Jiwa Terdata Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Utara

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kemendagri Dirikan Posko Darurat di Tapanuli Utara, 158 Korban Jiwa Terdata Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Utara
Foto: (Sumber: Suasana dapur umum di Posko BPBD Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. ANTARA/HO-PLN UID Sumatera Utara.)

Pantau - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) mendirikan posko dan tenda darurat di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, untuk mempercepat penanganan bencana banjir dan longsor.

Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, menyatakan bahwa kehadiran langsung di lapangan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan terkoordinasi.

"Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan seluruh penanganan darurat berjalan cepat dan terkoordinasi," ujarnya.

Posko Utama dan Bantuan Logistik Diperkuat

Kemendagri mengirimkan lima unit tenda posko serta mendirikan posko utama di halaman Kantor Bupati Tapanuli Utara sebagai pusat koordinasi dan respons cepat.

Bantuan juga datang bersama 16,160 ton logistik dari pemerintah pusat, termasuk tenda pengungsi, hygiene kit, matras, dan makanan siap saji.

"Kemendagri melalui Ditjen Bina Adwil terus memperkuat dukungan bagi pemerintah daerah, termasuk dengan pendirian posko dan pengiriman tenda darurat. Kami pastikan bantuan logistik tiba dan personel bekerja efektif di seluruh titik terdampak," jelas Safrizal.

158 Korban Jiwa, Ribuan Mengungsi di Empat Wilayah

Curah hujan ekstrem pada 24–25 November 2025 memicu banjir bandang, longsor, dan kerusakan infrastruktur di empat wilayah Sumatera Utara: Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara.

Di Kabupaten Tapanuli Tengah:

55 korban meninggal dunia.

1.100 KK mengungsi ke GOR Pemda.

Jalan dan jembatan rusak parah.

Proses evakuasi masih berlangsung.

Kebutuhan mendesak meliputi logistik, alat komunikasi, dan listrik.

Di Kota Sibolga:

46 korban jiwa.

4.456 jiwa mengungsi.

Longsor memutus akses jalan dan jembatan.

Bantuan terhambat, evakuasi masih berjalan.

Di Kabupaten Tapanuli Selatan:

46 korban meninggal dunia.

4.661 jiwa mengungsi.

Kerusakan akses jalan hambat penanganan.

Dukungan logistik dan peralatan diperkuat.

Di Kabupaten Tapanuli Utara:

11 korban meninggal dunia.

600 KK mengungsi.

Kerusakan jalan dan jembatan picu perpindahan warga.

Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi dalam mempercepat penanganan, evakuasi, serta distribusi bantuan di seluruh wilayah terdampak.

Penulis :
Gerry Eka