
Pantau - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara mengerahkan helikopter untuk mendistribusikan bantuan logistik ke sejumlah desa yang terisolasi akibat bencana alam di wilayah Tapanuli.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan langkah ini diambil untuk menjangkau warga yang belum bisa dijangkau melalui jalur darat.
"Air drop itu merupakan langkah cepat untuk memastikan warga di titik yang terisolasi, agar tetap mendapatkan bantuan meskipun akses darat belum memungkinkan", ungkapnya.
Desa Prioritas dan Logistik Darurat
Pengiriman bantuan udara difokuskan pada tiga desa prioritas, yaitu Desa Pagaran Lambung di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, serta Desa Naga Timbul dan Desa Nauli di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Ketiga wilayah tersebut mengalami kendala berat, seperti jalan tertimbun longsor, jembatan terputus, dan kondisi tanah yang masih rawan pergerakan.
Bantuan yang dikirimkan mencakup makanan cepat saji, beras, air mineral, perlengkapan kebersihan, selimut, dan kebutuhan darurat lainnya.
Ferry menambahkan bahwa pengiriman logistik akan terus dilakukan melalui jalur udara selama kondisi akses darat belum pulih sepenuhnya.
Respons Warga dan Komitmen Polri
Proses air drop berjalan dengan aman dan disambut haru oleh warga yang menyaksikan langsung kedatangan bantuan dari udara.
"Kami akan terus menambah titik distribusi udara jika diperlukan. Prinsipnya, keselamatan warga adalah prioritas. Polri hadir untuk memastikan setiap bantuan tersalurkan", ujarnya.
Dengan mengombinasikan jalur darat, laut, dan udara, Polda Sumut memastikan penanganan bencana dilakukan secara menyeluruh agar semua korban terdampak mendapatkan bantuan yang layak.
- Penulis :
- Gerry Eka








