
Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, meminta pemerintah untuk bergerak lebih agresif memperkuat industri pertahanan nasional, terutama PT Dirgantara Indonesia (PTDI), yang tengah menghadapi berbagai hambatan serius dalam proses produksinya.
Novita menyoroti bahwa salah satu kendala utama PTDI adalah sulitnya pengadaan bahan baku karena sebagian besar masih harus diimpor, namun proses impornya kerap mengalami penolakan dan hambatan regulasi.
"Ketika PTDI akan membeli produk terkait bahan baku, tidak banyak yang tersedia di Indonesia sehingga harus impor. Namun prosesnya sering dipersulit dan bahkan ditolak. Dampaknya, PTDI tidak bisa menjual produk sesuai target," ungkap Novita.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini tidak hanya mengganggu kinerja PTDI, tetapi juga dapat berdampak buruk pada perekonomian nasional.
Desakan Dukungan Nyata Pemerintah untuk Industri Pertahanan
Novita mendesak pemerintah dan instansi terkait agar hadir secara konkret dalam melindungi industri pertahanan, khususnya dengan menjamin ketersediaan bahan baku yang menjadi penopang utama kelangsungan produksi nasional.
Ia juga menyoroti minimnya investasi dan perhatian dari pemerintah terhadap penguatan industri strategis seperti PTDI.
Menurutnya, tanpa dukungan yang memadai, industri pertahanan dalam negeri akan terus tertinggal dan kehilangan daya saing di pasar global.
"Ini salah satu alasan kami datang ke PT Dirgantara Indonesia. Kami ingin melihat langsung sejauh mana aktivitas produksi berjalan dan kendala-kendala yang dihadapi," ujarnya.
Rapat Dengar Pendapat Ungkap Masalah Struktural
Pernyataan tersebut disampaikan Novita dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Dirgantara Indonesia di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Senin, 8 Desember 2025.
Dalam rangkaian kunjungan itu, Komisi VII DPR juga menggelar rapat dengar pendapat bersama jajaran manajemen PTDI yang dipimpin oleh Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan.
Dalam rapat tersebut, pihak PTDI mengungkap sejumlah persoalan mendasar yang selama ini menghambat operasional mereka.
Beberapa permasalahan utama yang dihadapi PTDI antara lain keterbatasan dukungan anggaran, permasalahan regulasi yang membelit proses produksi, serta beban pajak yang dinilai terlalu tinggi bagi industri strategis seperti mereka.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








