Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Tawarkan Paket Mewah dan Honeymoon Bali, WO di Jakarta Tipu Puluhan Calon Pengantin

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Tawarkan Paket Mewah dan Honeymoon Bali, WO di Jakarta Tipu Puluhan Calon Pengantin
Foto: (Sumber: Dua tersangka penipuan yang dilakukan oleh penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) atas nama PT Ayu Puspita Sejahtera di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (13/12/2025). ANTARA/Siti Nurhaliza..)

Pantau - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengungkap modus penipuan yang dilakukan oleh penyelenggara pernikahan (wedding organizer/WO) PT Ayu Puspita Sejahtera dengan menawarkan paket murah lengkap dengan fasilitas mewah, termasuk bulan madu ke Bali, yang ternyata berujung penipuan terhadap puluhan calon pengantin.

"Dimana saudara APD sudah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap para korban dengan modus operandi menawarkan jasa penyelenggaraan pernikahan," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (13/12).

Janjikan Lokasi Fantastis dan Bonus Wisata Bali

WO tersebut menawarkan harga di bawah pasaran dengan bonus fasilitas seperti lokasi pernikahan mewah, penginapan eksklusif, dan tiket pulang-pergi untuk liburan pascamenikah ke Bali.

"Yang ditawarkan kepada para korban ini adalah paket yang murah. Dari paket murah itu, ada fasilitas lain yang ditawarkan, misalnya tempat pernikahan yang fantastis, hingga paket liburan," kata Iman.

Tersangka bahkan menjanjikan honeymoon di villa selama tiga hari dua malam, disertai tiket pesawat dan paket wisata lengkap sebagai bonus jika pembayaran dilakukan lebih awal.

Skema tersebut berhasil menarik perhatian para korban yang tergiur dengan penawaran tak masuk akal tersebut.

Namun, penyelidikan membuktikan bahwa dana yang disetorkan para korban tidak pernah digunakan untuk keperluan pernikahan.

"Uang korban justru digunakan untuk kepentingan pribadi," lanjut Iman.

Sudah Berbadan Hukum Sejak 2024, Legalitas Jadi Kedok Penipuan

Kepolisian menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, yakni perempuan berinisial APD sebagai pemilik sekaligus penanggung jawab WO dan pria berinisial DHP yang bertugas sebagai staf pemasaran.

Keduanya saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Diketahui, bisnis WO ini telah berjalan sejak 2016 dan berbadan hukum sejak 2024, yang semakin meningkatkan kepercayaan calon pengantin terhadap kredibilitas jasa mereka.

"Statusnya kedua tersangka ini adalah owner (pemilik) dan pegawai," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz dalam pernyataan terpisah.

Keduanya memanfaatkan legalitas perusahaan untuk meyakinkan calon klien dan memperlancar aksi penipuan.

Polisi Imbau Masyarakat Waspada Penawaran Tak Masuk Akal

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya calon pengantin, untuk lebih berhati-hati dalam memilih penyedia jasa pernikahan.

Masyarakat diminta untuk tidak mudah tergiur dengan harga yang terlalu murah namun menjanjikan fasilitas mewah dan bonus berlebihan.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi konsumen agar selalu melakukan verifikasi menyeluruh sebelum melakukan transaksi besar, terutama dalam urusan pernikahan yang melibatkan banyak biaya dan harapan.

Penulis :
Ahmad Yusuf