Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemulihan Listrik Pascabanjir di Aceh Capai 91 Persen, Ratusan Desa Masih Gelap

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemulihan Listrik Pascabanjir di Aceh Capai 91 Persen, Ratusan Desa Masih Gelap
Foto: (Sumber: Arsip foto - Di tengah medan yang berlumpur, petugas PLN melakukan perakitan tower darurat di jalur transmisi Langsa-Pangkalan Brandan di Aceh, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-PLN..)

Pantau - Tim Energi dan Sumber Daya Manusia Siaga Bencana melaporkan aliran listrik di Aceh mulai pulih pascabencana banjir dan longsor dengan 5.961 dari total 6.500 desa terdampak kembali menikmati pasokan listrik hingga Senin 15 Desember 2025 pukul 19.00 WIB.

Data dari laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat masih terdapat 539 desa di Aceh yang belum dialiri listrik dari total 970.954 pelanggan terdampak, sementara sebanyak 774.401 pelanggan telah kembali mendapat pasokan.

Kabupaten Aceh Tengah menjadi wilayah dengan desa padam terbanyak yakni 147 desa, disusul Kabupaten Bener Meriah sebanyak 140 desa, Kabupaten Aceh Tamiang 99 desa, Kabupaten Gayo Lues 69 desa, dan Kabupaten Aceh Timur 41 desa.

Kabupaten lain yang masih mengalami pemadaman listrik meliputi Aceh Utara, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat akibat kerusakan jaringan dan akses yang terputus.

Pemulihan Listrik di Sumatera Utara dan Sumatera Barat

Di Provinsi Sumatera Utara, sebanyak 543.346 dari 554.048 pelanggan terdampak telah kembali menikmati listrik meski hujan deras, longsor, dan jalan terputus menyebabkan tiga kabupaten kembali mengalami pemadaman.

Di Kabupaten Tapanuli Tengah tercatat 5 dari 215 desa masih padam, Kabupaten Tapanuli Utara 4 dari 395 desa, dan Kabupaten Tapanuli Selatan 1 dari 211 desa belum teraliri listrik.

Sementara itu di Provinsi Sumatera Barat, banjir susulan menyebabkan 274.564 pelanggan terdampak dengan 273.804 pelanggan telah kembali menikmati listrik.

Tiga jorong yang kembali terendam banjir meliputi Jorong Lambeh dengan 145 pelanggan terdampak, Jorong Batu Busuak sebanyak 530 pelanggan, dan Jorong Labuah sebanyak 85 pelanggan.

Kendala Teknis dan Target Normalisasi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan kendala pemulihan listrik dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara terkait akses jalan yang sulit dilalui, tiang listrik roboh, serta desa yang masih terendam banjir.

“Jika listrik dipaksakan dialirkan ke area yang masih terendam, itu berpotensi menyebabkan kecelakaan,” ungkap Bahlil Lahadalia.

Ia menjelaskan kapasitas pembangkit listrik di Banda Aceh saat ini sekitar 110 Megawatt dengan beban rata-rata masuk berkisar 66 Megawatt, sementara sebagian pasokan masih berasal dari penggunaan genset.

Bahlil menambahkan jaringan induk kelistrikan di Aceh telah terpasang sekitar 80 sampai 90 persen dan pemulihan penuh diperkirakan selesai dalam beberapa minggu ke depan.

“Jaringan induk yang telah terpasang kini mencapai sekitar 80–90 persen, dan diperkirakan dalam beberapa minggu semua akan kembali normal. Jika ini terjadi, aliran listrik dari Arun dan Bireuen akan bisa masuk secara normal,” ungkapnya.

Ia menyebut sambungan transmisi antarpulau Sumatera telah kembali terkoneksi, namun distribusi listrik ke desa-desa masih terkendala akibat kerusakan infrastruktur yang parah.

Berita ini ditulis oleh pewarta Putu Indah Savitri dan diedit oleh Virna P Setyorini, serta dipublikasikan oleh Kantor Berita ANTARA pada Selasa 16 Desember 2025.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan