
Pantau - Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Barat, khususnya Kota Padang dan sekitarnya, menyebabkan gangguan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), yang berujung pada antrean panjang di berbagai SPBU.
Kondisi ini memperparah dampak pascabencana dan memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, pelayanan publik, serta mobilitas warga di masa pemulihan.
Anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Barat I, M. Shadiq Pasadigoe, menyampaikan keprihatinan mendalam atas keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh BBM setelah bencana.
Ia menegaskan bahwa permasalahan ini tidak bisa dianggap sepele karena memperberat kondisi daerah yang sedang berjuang bangkit.
DPR Soroti Kinerja Lintas Kementerian dan Minta Evaluasi Segera
Shadiq menyoroti pentingnya peran lintas kementerian dalam mengelola dan mengawasi distribusi serta pelayanan BBM.
Ia mengingatkan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bertanggung jawab dalam regulasi sektor energi, harga, dan perizinan BBM.
Sementara itu, Kementerian BUMN mengawasi kinerja Pertamina sebagai operator utama, dan Kementerian Perdagangan bertugas memastikan akurasi meteran serta kestabilan harga di SPBU.
Ia menekankan agar tidak terjadi saling lempar tanggung jawab antar lembaga dalam menangani situasi krisis ini.
Pemerintah pusat didesak untuk segera mengevaluasi sistem distribusi BBM di wilayah terdampak dan menambah pasokan untuk wilayah Sumatera Barat.
Selain itu, pengawasan di SPBU perlu diperkuat agar pelayanan bisa kembali normal dan masyarakat tidak terus dirugikan.
Negara Harus Hadir dalam Masa Pemulihan Pascabencana
Di akhir pernyataannya, M. Shadiq mengingatkan pentingnya kehadiran nyata negara dalam masa darurat dan pemulihan.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Sumbar sedang berjuang untuk bangkit, dan krisis BBM hanya akan menghambat proses pemulihan ekonomi dan sosial di daerah tersebut.
Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memastikan ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat seperti bahan bakar.
- Penulis :
- Gerry Eka








