Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Bantuan Alsintan dan Irigasi Dongkrak Produksi Beras Kuningan, Surplus Capai 120 Ribu Ton di 2025

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Bantuan Alsintan dan Irigasi Dongkrak Produksi Beras Kuningan, Surplus Capai 120 Ribu Ton di 2025
Foto: (Sumber: Petani saat menerima bantuan alsintan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman.)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menyatakan bahwa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat berperan penting dalam mendukung peningkatan produksi pertanian di daerah tersebut.

"Bantuan alsintan ini mendorong peningkatan indeks pertanaman, efisiensi biaya produksi, serta percepatan kegiatan budidaya di tingkat petani," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kabupaten Kuningan telah menerima 337 unit alsintan dengan nilai mendekati Rp10 miliar yang bersumber dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan mekanisasi pertanian guna meningkatkan efisiensi usaha tani serta mempercepat proses tanam dan panen.

Penyaluran Tepat Sasaran dan Berdasarkan Kebutuhan

Menurut Wahyu, seluruh bantuan didistribusikan secara bertahap dan berbasis kebutuhan wilayah sentra produksi pertanian di Kabupaten Kuningan.

"Pada penyaluran terbaru, bantuan alsintan diberikan kepada 34 kelompok tani yang tersebar di 34 desa pada 22 kecamatan di Kabupaten Kuningan," jelasnya.

Jenis alsintan yang diterima meliputi combine harvester, crawler traktor, traktor roda empat, traktor roda dua, rice transplanter, hand sprayer, power thresher, pompa air, serta corn sheller.

Selain penguatan mekanisasi, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga memfokuskan perhatian pada penguatan infrastruktur irigasi sebagai penopang keberlanjutan produksi pangan.

Optimalisasi Lahan dan Irigasi Dorong Produktivitas

Pada tahun 2025, pemerintah daerah melaksanakan program optimalisasi lahan seluas 2.236 hektare melalui berbagai kegiatan penguatan irigasi pertanian.

Kegiatan tersebut meliputi rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dam parit, serta pembangunan embung sebagai sumber cadangan air di kawasan pertanian.

"Pembangunan irigasi perpompaan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 hingga IP 230, sehingga petani dapat menanam dua sampai tiga kali dalam setahun secara lebih terjadwal," ujarnya.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyatakan bahwa bantuan alsintan merupakan bagian dari strategi modernisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani.

Ia menilai bahwa pemanfaatan teknologi pertanian dapat mempercepat tanam dan panen, menekan kehilangan hasil, serta menjaga produktivitas lahan.

Ia menambahkan bahwa produksi beras Kabupaten Kuningan terus meningkat, dari 224 ribu ton pada 2023 menjadi 225 ribu ton pada 2024, dan melonjak menjadi lebih dari 254 ribu ton pada 2025.

"Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 134 ribu ton, Kabupaten Kuningan kembali mencatat surplus hampir 120 ribu ton beras yang ditopang luas tanam dan panen sekitar 64 ribu hektare serta produktivitas rata-rata lebih dari 61 kuintal per hektare," ungkapnya.

Penulis :
Gerry Eka