Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

NTP Maret 2026 Turun Tipis, Kenaikan Harga Beras dan Produksi Padi Jadi Sorotan BPS

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

NTP Maret 2026 Turun Tipis, Kenaikan Harga Beras dan Produksi Padi Jadi Sorotan BPS
Foto: Tangkapan layar - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta, Rabu 1/4/2026 (sumber: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Maret 2026 sebesar 125,35 atau turun tipis 0,08 persen dibandingkan Februari 2026 secara bulanan.

Penurunan NTP Dipicu Kenaikan Biaya Produksi

Penurunan NTP terjadi karena kenaikan indeks harga yang dibayar petani lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang diterima petani.

"Penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik 0,33 persen, lebih rendah dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang naik 0,41 persen," ungkap BPS.

Di sisi lain, terjadi kenaikan rata-rata harga beras di berbagai tingkat perdagangan yang turut memengaruhi dinamika sektor pertanian.

Harga beras di tingkat penggilingan naik sebesar 0,54 persen.

Harga beras di tingkat grosir meningkat sebesar 0,96 persen.

Harga beras di tingkat eceran juga mengalami kenaikan sebesar 0,65 persen.

Produksi Padi Naik, Namun Potensi Menurun ke Depan

Realisasi luas panen padi pada Februari 2026 diperkirakan mencapai 0,94 juta hektare atau meningkat 23,62 persen dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 0,76 juta hektare.

Peningkatan luas panen tersebut diikuti kenaikan produksi padi yang mencapai 5,05 juta ton gabah kering giling atau naik 27,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, BPS memperkirakan potensi luas panen padi pada Maret hingga Mei 2026 hanya mencapai 3,85 juta hektare atau turun sekitar 0,46 juta hektare dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Penurunan tersebut setara dengan sekitar 10,60 persen.

Sejalan dengan itu, potensi produksi padi pada Maret hingga Mei 2026 diperkirakan sebesar 20,68 juta ton gabah kering giling atau turun 11,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi beras pada periode yang sama diperkirakan mencapai 11,91 juta ton atau menurun 11,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi Jagung Ikut Mengalami Penurunan

Realisasi luas panen jagung pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,31 juta hektare atau turun 7,02 persen dibandingkan Februari 2025.

Produksi jagung pada periode tersebut mencapai 1,77 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen atau mengalami penurunan 4,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penulis :
Leon Weldrick