
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 mengalami surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS dengan nilai ekspor mencapai 22,17 miliar dolar AS dan impor sebesar 20,89 miliar dolar AS.
Kinerja Ekspor dan Faktor Pendorong
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan bahwa nilai ekspor pada Februari 2026 mengalami kenaikan sebesar 1,01 persen secara tahunan.
Ia mengungkapkan, "Peningkatan ekspor ditopang sektor nonmigas seperti lemak dan minyak hewan nabati, nikel dan turunannya, serta mesin dan perlengkapan elektrik."
Ekspor industri pengolahan juga tercatat meningkat 5,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan kontribusi kenaikan sebesar 4,21 persen.
Kenaikan Impor dan Komponen Utama
Dari sisi impor, BPS mencatat kenaikan sebesar 10,85 persen secara tahunan yang terutama didorong oleh peningkatan impor nonmigas dengan andil 15,47 persen.
Ateng menjelaskan bahwa lonjakan impor turut dipengaruhi oleh kenaikan impor barang modal yang mencapai 33,68 persen dengan kontribusi 6,16 persen terhadap total impor.
Surplus neraca dagang ini melanjutkan tren positif perdagangan Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








