Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Cirebon Fasilitasi KUR untuk Calon PMI ke Jepang, Biaya Penempatan Kini Lebih Ringan dan Terjangkau

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Cirebon Fasilitasi KUR untuk Calon PMI ke Jepang, Biaya Penempatan Kini Lebih Ringan dan Terjangkau
Foto: (Sumber: Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto saat memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman.)

Pantau - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat memfasilitasi program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan ditempatkan di Jepang.

"Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Bank BJB Cabang Sumber dan Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Rakyat (LPPR)," ungkap pihak Disnaker.

Langkah ini merupakan pelaksanaan program pemerintah pusat terkait pembiayaan bagi PMI melalui skema KUR.

Pemerintah daerah berperan memastikan calon PMI memperoleh akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan tidak memberatkan.

"Ini menjadi komitmen kami untuk menindaklanjuti program KUR PMI, agar pembiayaan bisa diakses dengan mudah dan tidak membebani para pekerja," lanjut pernyataan tersebut.

Fokus Penyaluran Awal ke Jepang, Enam PMI Sudah Berangkat

Biaya penempatan menjadi salah satu kendala utama bagi calon PMI tujuan Jepang, sehingga diperlukan dukungan pembiayaan yang jelas dan terukur.

Penyaluran KUR tahap awal difokuskan untuk penempatan PMI ke Jepang karena kerja sama kelembagaan sudah terbangun.

"Jika seluruh berkas sudah masuk dan kontrak ditandatangani, maka KUR dapat segera disalurkan," jelas Disnaker.

Dari total 65 calon PMI yang mengikuti program, sebanyak enam orang telah diberangkatkan ke Jepang.

Sekitar 25 orang lainnya masih menunggu penyelesaian dokumen seperti visa kerja dan paspor.

"Selama ini banyak yang terpaksa meminjam uang ke pihak lain dengan bunga besar. Dengan KUR, beban mereka menjadi jauh lebih ringan," tambah pihak Disnaker.

Nilai pembiayaan KUR bagi calon PMI ke Jepang berkisar antara Rp35 juta hingga Rp40 juta, sementara biaya pelatihan telah ditanggung oleh program.

Keluarga PMI Dapat Pendampingan Usaha Mikro

Pemerintah daerah juga menyiapkan pendampingan bagi keluarga PMI melalui program pemberdayaan ekonomi.

Pendampingan diarahkan pada pengembangan usaha mikro agar keluarga PMI memiliki aktivitas ekonomi produktif.

"Pola UMKM akan kita jalankan. Orang tua PMI akan berwirausaha dengan dukungan dana dari anak-anaknya yang bekerja di Jepang," ujar pihak Disnaker.

Kepala Bank BJB Cabang Sumber, Kurniawan Teguh Ariwinarto, menyatakan dukungan terhadap program ini dengan menyediakan fasilitas KUR khusus bagi peserta magang Jepang binaan LPPR.

Sesuai ketentuan BP2MI, batas maksimal pembiayaan mencapai Rp45 juta dengan skema KUR tanpa agunan dan suku bunga sebesar enam persen per tahun.

"KUR ini berada di bawah plafon Rp100 juta dan diberikan tanpa agunan," tegasnya.

Penulis :
Gerry Eka