Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Pemulihan Layanan Air Bersih di Aceh Tamiang Masih Berlangsung, TNI - Polri Gencar Bor Sumur dan Distribusi Air

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemulihan Layanan Air Bersih di Aceh Tamiang Masih Berlangsung, TNI - Polri Gencar Bor Sumur dan Distribusi Air
Foto: (Sumber: Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan oasca-bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026). ANTARA/HO-Sekretariat Presiden)

Pantau - Proses pemulihan layanan air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang masih terus dilakukan pascabencana banjir besar pada akhir November 2025, dengan kolaborasi berbagai pihak termasuk pemerintah pusat, TNI-Polri, dan BNPB.

Infrastruktur PDAM Rusak Berat, Layanan Baru Menjangkau Dua Kecamatan

Fasilitas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat banjir dan hingga awal Januari 2026 masih dalam tahap perbaikan.

BNPB telah mengirimkan dua unit genset untuk memperkuat pasokan listrik instalasi yang terdampak.

Hingga saat ini, layanan air bersih dari PDAM baru menjangkau dua kecamatan, yaitu Kuala Simpang dan Karang Baru.

Untuk mengatasi keterbatasan ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun ulang infrastruktur air bersih untuk tiga kecamatan terdampak lainnya.

Langkah ini bertujuan memperluas cakupan layanan PDAM dalam jangka panjang.

Sumur Bor dan Mobil Tangki Jadi Tulang Punggung Akses Air Harian

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan darurat, TNI AD telah melakukan pengeboran 129 titik sumur air bersih yang difokuskan di lokasi-lokasi vital seperti tempat pengungsian, sekolah, masjid, dan kantor kecamatan.

Selain itu, Polri dan BNPB juga melakukan pengeboran tambahan di ratusan titik, dengan kedalaman sumur bervariasi antara 10 hingga 30 meter (oleh Polri) dan 100 hingga 200 meter (oleh TNI AD), khusus untuk penyediaan air minum.

Kementerian Pertahanan turut mendukung upaya ini dengan pengadaan 10 unit mobil pemadam air untuk mempercepat pemulihan akses air.

Distribusi air melalui mobil tangki terus dilakukan setiap hari ke desa-desa terdampak.

Meskipun layanan belum sepenuhnya ideal, suplai air bersih dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

Pemerintah menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan layanan air bersih, sembari menyiapkan infrastruktur permanen yang lebih tangguh ke depan.

Penulis :
Gerry Eka