Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Cegah Gejolak Harga Pangan, Cirebon Perluas Program Gapura Pangan dan Perkuat Skema Kerja Sama B2B

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Cegah Gejolak Harga Pangan, Cirebon Perluas Program Gapura Pangan dan Perkuat Skema Kerja Sama B2B
Foto: (Sumber: Kepala DKP3 Kota Cirebon Elmi Masruroh (tengah) saat memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (2/1/2026). ANTARA/Fathnur Rohman.)

Pantau - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Jawa Barat, memperluas cakupan kerja sama Program Gapura Pangan pada tahun 2026 untuk memperkuat stabilisasi pasokan dan harga bahan pangan pokok di wilayahnya.

Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menyebutkan bahwa strategi utama yang diambil adalah memfasilitasi kerja sama antarpelaku usaha melalui skema business to business (B2B), khususnya antara Warung Peduli Inflasi (Waduli) binaan TPID dengan mitra penyedia pangan.

" Kami memfasilitasi kerja sama B2B antara Program Gapura Pangan dengan para pelaku usaha pangan," ungkapnya.

Kemitraan Telur dan Beras, Fokus Jaga Pasokan dan Harga Stabil

Salah satu bentuk konkret kerja sama dilakukan dengan pengusaha telur asal Kabupaten Kuningan, guna menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga telur di Kota Cirebon.

Selain itu, DKP3 juga menjalin kemitraan pasokan beras dengan daerah sentra produksi di Kabupaten Indramayu dan bekerja sama dengan Perum Bulog.

"Untuk beras, kami bekerja sama dengan Indramayu, dan menjalin kerja sama dengan Bulog," jelas Elmi.

Hingga saat ini, terdapat hampir enam kerja sama antardaerah yang telah difasilitasi DKP3 dalam mendukung keberlanjutan Program Gapura Pangan.

Semua kerja sama dijalankan dengan pola B2B agar transaksi dapat berlangsung langsung antar mitra usaha, tanpa melalui rantai distribusi panjang yang rentan menaikkan harga.

Selain fokus pada pasokan, DKP3 juga secara rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di tingkat kelurahan guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Koperasi, Neraca Pangan, dan Stok Beras Aman

Dalam hal pasokan beras melalui jalur koperasi, DKP3 baru mengidentifikasi satu koperasi yang siap beroperasi, yaitu Koperasi Merah Putih di wilayah Kecapi.

"Yang sudah siap baru satu, karena koperasi lainnya masih terkendala persyaratan, seperti belum memiliki gerai dan tenaga pegawai," terang Elmi.

DKP3 terus melakukan pendampingan kepada koperasi-koperasi agar segera memenuhi persyaratan administrasi dan sarana pendukung untuk bisa ikut terlibat dalam program pasokan pangan.

Selain itu, DKP3 juga rutin melakukan penghitungan neraca pangan bulanan untuk memastikan ketersediaan dan keseimbangan pasokan pangan pokok.

Sementara itu, dari sisi stok, Pemimpin Cabang Bulog Cirebon, Imam Mahdi, menegaskan bahwa ketersediaan beras dalam kondisi sangat aman.

"Kondisi stok beras sekitar 153 ribu ton, jadi jumlahnya sangat aman," ujarnya.

Meski masa panen berkurang, Bulog tetap melakukan penyerapan beras dan mendorong penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke berbagai pasar di wilayah Cirebon.

"Kita dorong ke pasar, ya serapan di Cirebon, cukup tinggi untuk SPHP," tutup Imam.

Penulis :
Gerry Eka