Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gerakan ASRI Dinilai Jadi Fondasi Sosial Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gerakan ASRI Dinilai Jadi Fondasi Sosial Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Foto: (Sumber: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memungut sampah dalam Gerakan Banyuwangi ASRI di Pantai GWD Banyuwangi, jatim. Rabu (18/2/2026) ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi (Banyuwangi).)

Pantau - Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 dinilai bukan sekadar agenda kebersihan, melainkan fondasi sosial untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Telaah yang ditulis Kuntoro Boga Andri menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan seperti kesuburan tanah, ketersediaan air bersih, tata ruang yang tertib, serta budaya tidak mubazir.

Data 2025 mencatat produksi padi mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling dengan produksi beras konsumsi sebesar 34,69 juta ton atau naik lebih dari 13 persen dibanding tahun sebelumnya, namun Indonesia sebelumnya juga mencatat lonjakan impor beras sekitar 4,52 juta ton pada 2024.

Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan produksi belum sepenuhnya menghapus ketergantungan impor sehingga sistem pangan perlu diperkuat dari hulu hingga hilir.

Ketahanan pangan dinilai tidak hanya bergantung pada angka produksi, tetapi juga kualitas tanah dan air, efisiensi distribusi, pengurangan susut dan pemborosan, serta kedekatan produksi dengan pasar lokal.

Gerakan ASRI dapat diterjemahkan dalam kebiasaan konkret seperti memilah sampah organik menjadi kompos, menanam di pekarangan rumah, mengembangkan urban farming, mengurangi pemborosan makanan, serta menjaga sumber air dan ruang hijau.

Program seperti Kawasan Rumah Pangan Lestari disebut mampu menyuplai kebutuhan sayur, buah, dan protein keluarga sekaligus meningkatkan gizi serta menekan pengeluaran rumah tangga.

Data Bappenas memperkirakan susut dan sisa pangan mencapai 23–48 juta ton per tahun dengan kerugian ekonomi ratusan triliun rupiah sehingga penyelamatan pangan dinilai sama strategisnya dengan peningkatan produksi.

Modernisasi pertanian melalui teknologi, manajemen lahan kolektif, regenerasi petani, serta penguatan organisasi seperti Brigade Pangan tetap diperlukan namun harus berjalan berdampingan dengan prinsip ramah lingkungan.

Gerakan ASRI dipandang sebagai jembatan antara agenda pelestarian lingkungan dan kedaulatan pangan dengan harapan nilai Aman, Sehat, Resik, dan Indah dapat diinternalisasi dalam kebijakan serta perilaku masyarakat sehari-hari.

Penulis :
Gerry Eka