Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen Dinilai Perlu Dibarengi Penguatan Daya Beli Masyarakat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen Dinilai Perlu Dibarengi Penguatan Daya Beli Masyarakat
Foto: (Sumber: Ilustrasi. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah. (ANTARA/HO/Humas PT Timah).)

Pantau - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,11 persen pada 2025 dinilai perlu dibarengi penguatan daya beli masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan kelompok bawah dan rentan.

Telaah yang ditulis Soekarwo menyebut capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global sekaligus mencatat produk domestik bruto per kapita Indonesia untuk pertama kalinya menembus 5.000 dolar AS per tahun.

Meski demikian, pertumbuhan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana dampaknya dirasakan secara merata oleh masyarakat luas.

Dalam struktur ekonomi Indonesia, konsumsi rumah tangga menjadi kontributor terbesar terhadap PDB sehingga daya beli masyarakat menjadi fondasi utama pertumbuhan.

Ketika daya beli menguat maka konsumsi meningkat, produksi bergerak, dan lapangan kerja bertambah, namun ketika melemah pertumbuhan berisiko kehilangan fondasi permintaan domestiknya.

Tantangan utama disebut berasal dari struktur ketenagakerjaan yang masih didominasi sektor informal dengan pendapatan tidak tetap dan perlindungan sosial terbatas sehingga kenaikan harga pangan, energi, atau transportasi dapat langsung menggerus konsumsi rumah tangga.

Tulisan tersebut menekankan pentingnya pertumbuhan yang inklusif dengan memastikan kelompok miskin dan rentan tidak tertinggal serta harga kebutuhan pokok tetap stabil.

Beberapa langkah strategis yang dirumuskan antara lain menciptakan lapangan kerja produktif melalui belanja pemerintah dan program padat karya, menjaga stabilitas harga melalui perbaikan logistik dan rantai pasok, memperluas akses pembiayaan dan digitalisasi UMKM, serta memperkuat perlindungan konsumen.

Arah pembangunan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto juga disebut menekankan penguatan ekonomi domestik, kemandirian pangan, energi, dan industri nasional sebagai fondasi ketahanan ekonomi.

Penulis menyimpulkan keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan atau PDB per kapita, melainkan dari sejauh mana masyarakat merasakan pekerjaan yang layak, harga terjangkau, dan peningkatan kesejahteraan.

Penulis :
Gerry Eka