
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta pada 30 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026, khususnya pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB saat pasang maksimum air laut.
Warga di kawasan pesisir seperti Muara Angke, Ancol, dan Marunda diimbau meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah mitigasi pribadi untuk menghindari dampak banjir rob.
Antisipasi Pemerintah: Pompa dan Pengaturan Lalu Lintas
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara telah menyiagakan sejumlah pompa mobile di titik-titik strategis untuk mengantisipasi genangan akibat rob.
Sebanyak 12 lokasi telah dipasangi unit pompa dengan berbagai kapasitas.
Berikut lokasi dan jumlah unit yang disiagakan:
Rumah Pompa Stasioner Muara – 2 unit Indopump
Kali Gendong Muara Angke – 2 unit HSP 20 & Inopump Putih
PLTU Muara Karang – 1 unit HSP 60
Pelabuhan Sunda Kelapa – 1 unit
Plusing Ancol – 1 unit HSP 20
Koyo Cabe Lodan – 1 unit pompa mobil
Jalan Gunung Sahari – 1 unit pompa mobil
Jalan RE Martadinata – 2 unit mobil putih
Ketel Uap – 1 unit
Marunda Pitung STIP – 1 unit
Ancol Danau – 1 unit
Ancol Dermaga 5 Marina – 1 unit HSP 60
Sementara itu, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara mengerahkan personel untuk mengatur arus lalu lintas dan menjaga keselamatan petugas SDA yang bekerja di lapangan.
"Langkah terpadu ini dilakukan untuk menjamin kelancaran lalu lintas dan keamanan selama potensi genangan berlangsung," terang perwakilan Dinas Perhubungan.
Cuaca Ekstrem dan Contoh Kejadian Awal
Potensi banjir rob meningkat akibat kombinasi cuaca ekstrem dan pasang laut tinggi yang kerap terjadi di awal tahun.
Contohnya, Jalan RE Martadinata sudah mengalami genangan akibat rob pada Jumat pagi, 2 Januari 2026.
Pemerintah mengingatkan warga untuk mengambil langkah antisipatif seperti memindahkan barang ke tempat lebih tinggi, membatasi aktivitas pagi hari di area rawan, dan terus memantau informasi dari BPBD dan BMKG.
Sinergi antarinstansi dan kesiapsiagaan warga menjadi kunci dalam menghadapi potensi banjir pesisir ini secara efektif.
- Penulis :
- Gerry Eka








