
Pantau - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, jumlah peserta program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencapai 70.292.151 orang dari total 73.128.356 pendaftar, dengan tingkat kehadiran 96,12 persen.
Program ini dinilai sangat penting dalam menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular seperti stroke dan penyakit jantung, yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
“Setahun sekali harus lakukan. Yang diukur 3 itu aja. Tekanan darah harus 120–180. Gitu ya. Gula darah di bawah 200. Kolesterol di bawah 200. Kalau itu tiga-tiganya terpenuhi Insya Allah umurnya 74. Ya kan, itu rata-rata usia Indonesia. Kalau dipenuhinya bagus, bisa kayak Pak JK,” ujarnya merujuk pada Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla.
Capaian Tinggi di CKG Umum dan CKG Sekolah
Mayoritas peserta CKG berasal dari kategori CKG Umum, dengan tingkat kehadiran mencapai 96,97 persen.
Dari 47.393.692 pendaftar, sebanyak 45.957.044 orang hadir dan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis.
Sementara itu, CKG Sekolah juga menunjukkan angka partisipasi tinggi.
Sebanyak 24.335.107 siswa hadir dari 25.734.664 pendaftar, atau setara 94,56 persen.
Program CKG Sekolah mencakup siswa dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga pesantren dan sekolah luar biasa (SLB).
Dalam sektor pendidikan, tercatat 16.758.454 siswa telah memperoleh pemeriksaan kesehatan lengkap.
“Capaian lebih dari 70 juta peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman.
Dilaksanakan di 514 Kabupaten/Kota, Libatkan 10.588 Faskes
Program CKG merupakan salah satu capaian terbaik dan tercepat dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam bidang kesehatan.
CKG telah dilaksanakan di seluruh 38 provinsi dan menjangkau 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Pelaksanaan program ini melibatkan 10.588 fasilitas kesehatan dan didukung ribuan tenaga kesehatan dari puskesmas, sekolah, hingga komunitas lokal.
Kementerian Kesehatan juga memastikan layanan CKG menjangkau masyarakat adat, seperti warga Baduy, dengan menyiapkan layanan pemeriksaan hingga antibisa guna mengantisipasi risiko kesehatan spesifik.
“Kemenkes gelar CKG bagi warga Baduy, komitmen lindungi masyarakat adat,” ujar Aji.
Ia juga mengapresiasi kerja keras para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program.
Keberhasilan CKG dinilai sebagai hasil kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Ke depan, Kementerian Kesehatan berkomitmen memperkuat CKG sebagai fondasi layanan kesehatan promotif dan preventif, dengan tujuan akhir mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan produktif.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Gerry Eka







