
Pantau - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami empat kali erupsi pada hari Sabtu dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak.
Erupsi pertama terjadi pukul 00.51 WIB dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu setinggi 1.000 meter dari puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut, mengarah ke utara.
Rangkaian Letusan Sejak Dini Hari
Erupsi kedua terjadi pada pukul 05.11 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 800 meter di atas puncak, berwarna putih hingga kelabu, mengarah ke timur laut.
"Semeru kembali erupsi pukul 05.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 800 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut," ungkap laporan resmi PVMBG.
Erupsi ketiga berlangsung pukul 05.28 WIB dengan ketinggian kolom abu sekitar 700 meter dari puncak, mengarah ke utara.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu, dengan intensitas sedang ke arah utara," tulis laporan tersebut.
Erupsi keempat terjadi pada pukul 06.56 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 800 meter, berintensitas tebal, mengarah ke timur laut.
"Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 120 detik," jelas PVMBG.
Status Siaga dan Imbauan Keselamatan
Status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah imbauan keselamatan bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung.
"Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi)," demikian pernyataan PVMBG.
Di luar radius 13 km, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena masih berpotensi terkena awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Selain itu, aktivitas dalam radius 5 km dari kawah Gunung Semeru juga dilarang karena risiko lontaran batu pijar yang sangat berbahaya.
Warga diminta untuk tetap mewaspadai potensi terjadinya awan panas guguran, lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Sungai yang berpotensi terdampak antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
PVMBG juga mengingatkan warga agar siaga terhadap potensi lahar di anak-anak sungai dari Besuk Kobokan yang sewaktu-waktu bisa terdampak aliran material vulkanik.
- Penulis :
- Gerry Eka








