Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

HAB ke-80, Menag Nasaruddin Umar Ajak ASN Kemenag Beri Warna Positif pada AI Lewat Konten Keagamaan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

HAB ke-80, Menag Nasaruddin Umar Ajak ASN Kemenag Beri Warna Positif pada AI Lewat Konten Keagamaan
Foto: (Sumber: Menteri Agama Nasaruddin Umar menjadi inspektur upacara peringatan Hari Amal Bakti Kemenag ke-80 di Jakarta, Sabtu (3/12/2025). ANTARA/HO-Kemenag.)

Pantau - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masyarakat kini menghadapi tantangan Artificial Intelligence (AI) di era yang kompleks, sulit diprediksi, dan penuh ketidakpastian.

Dalam menghadapi situasi tersebut, ASN Kementerian Agama diminta tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu memberikan warna pada substansi AI.

"Hari ini ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan," ungkap Menag.

Pernyataan itu disampaikan dalam upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 yang digelar di Jakarta pada Sabtu, 3 Januari 2026.

AI Harus Dibimbing dengan Nilai Keagamaan dan Kemanusiaan

Upacara tersebut diikuti oleh pejabat Eselon I dan II, ASN kantor pusat Kementerian Agama, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag.

Menag menekankan bahwa algoritma masa depan tidak boleh hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Menurutnya, AI harus dikawal agar menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan menjadi pemicu disinformasi dan perpecahan.

Untuk itu, ASN Kemenag diminta untuk bertransformasi menjadi pribadi yang agile, lincah, dan sigap menghadapi perubahan.

Selain itu, ASN harus bersikap adaptif dan terbuka terhadap teknologi serta inovasi, dan responsif dalam melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas.

"Nilai-nilai ini sejatinya bukan hal baru, melainkan warisan luhur tradisi keagamaan yang perlu kita aktualkan kembali dalam konteks zaman," ujarnya.

Menag Ajak Hidupkan Kembali Semangat Baitul Hikmah

Menag mengingatkan bahwa nilai-nilai agama pernah menjadi sumber pencerahan dunia, salah satunya melalui lembaga Baitul Hikmah pada abad pertengahan.

Ia menjelaskan bahwa Baitul Hikmah merupakan pusat intelektual global yang bukan hanya berfungsi sebagai perpustakaan, tetapi juga sebagai pusat riset dan penerjemahan raksasa yang menjawab persoalan kehidupan melalui ilmu pengetahuan.

"Di sanalah nilai-nilai agama berpadu dengan rasionalitas untuk memajukan peradaban manusia. Semangat inilah yang perlu kita hidupkan kembali hari ini," tegasnya.

Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.

Menag mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk menyatukan tekad dan melanjutkan semangat “Kemenag Berdampak” dalam aksi nyata demi kemajuan bangsa.

Penulis :
Gerry Eka