
Pantau - TNI Angkatan Laut mengerahkan kapal perang (KRI) dan armada pendukung lainnya untuk melakukan patroli rutin di perairan perbatasan Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG), guna memberikan rasa aman sekaligus mencegah aktivitas penyelundupan barang ilegal di wilayah tersebut.
Patroli Rutin dan Pencegahan Penyelundupan di Perairan Perbatasan
Panglima Komando Daerah TNI AL X/Jayapura, Mayjen TNI Mar Werijon, menyatakan bahwa TNI AL secara konsisten melaksanakan patroli laut di kawasan perbatasan RI–PNG sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah maritim.
"Saat ini secara rutin kapal perang RI (KRI) berpatroli di perairan perbatasan RI-PNG guna memberikan rasa aman dan tidak dijadikan tempat untuk menyelundupkan barang ilegal. TNI AL senantiasa mengerahkan armada untuk mengamankan perairan termasuk di perbatasan RI-PNG," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa patroli tidak hanya dilakukan dengan kapal perang, tetapi juga melibatkan sarana pendukung lainnya, termasuk kerja sama dengan satuan-satuan lain untuk memastikan perbatasan laut tidak dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan, termasuk narkoba jenis ganja.
"Patroli terus dilaksanakan sehingga perairan kita aman dari penyelundupan berbagai jenis barang ilegal termasuk narkoba jenis ganja," tegas Werijon.
Sinergi Lintas Sektor dan Kegiatan Menyambut Hari Dharma Samudra
Pernyataan ini disampaikan Mayjen Werijon usai mengikuti kegiatan olahraga bersama dalam rangka menyambut peringatan Hari Dharma Samudra pada 15 Januari mendatang.
Kegiatan olahraga tersebut turut diikuti oleh sejumlah tokoh daerah seperti Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin, Ketua MRP Nerlince Wamuar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jayapura Faturachman, dan Rektor Universitas Cenderawasih Dr Oscar Wambrauw.
Selain olahraga bersama, acara juga diisi dengan pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang diikuti oleh 52 pelaku usaha lokal.
- Penulis :
- Gerry Eka








