Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Akses Lubuk Basung - Bukittinggi Kembali Dibuka, Longsor Maninjau Berhasil Dibersihkan dengan Sistem Buka Tutup

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Akses Lubuk Basung - Bukittinggi Kembali Dibuka, Longsor Maninjau Berhasil Dibersihkan dengan Sistem Buka Tutup
Foto: (Sumber: Alat berat sedang membersihkan material menimbun badan jalan provinsi di Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (1/1/2025). Saat ini akses jalan itu sudah bisa dilalui kendaraan. ANTARA/HO-BPBD Agam.)

Pantau - Jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung–Bukittinggi di Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akhirnya dapat kembali dilalui kendaraan pada Sabtu (3/1) sore setelah tertutup akibat longsor.

Kapolsek Tanjung Raya, AKP Muzakar, menyatakan bahwa pembersihan material longsor rampung sekitar pukul 17.00 WIB.

"Kendaraan melewati daerah itu dengan sistem buka tutup, karena masih ada material sekitar 10 meter menumpuk di depan eks BRI Tanjung Raya," ungkapnya.

Empat Alat Berat Dikerahkan, Sungai Muaro Pisang Sudah Normal

Proses pembersihan material longsor melibatkan empat unit alat berat yang bekerja sejak pagi.

Dua alat berat jenis ekskavator digunakan untuk membersihkan material yang menimbun aliran Sungai Muaro Pisang sejak longsor terjadi pada Rabu (31/12) malam.

Aliran sungai yang sebelumnya tersumbat kini sudah kembali normal.

Dua alat berat lainnya, jenis loader, dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan provinsi.

Material yang berhasil dibersihkan diangkut menggunakan truk dan dibuang ke lokasi pembuangan yang telah disiapkan di sekitar area tersebut.

"Pembersihan dilakukan sejak pagi hingga sore dan arus lalu lintas Lubuk Basung–Bukittinggi kembali normal melewati Fanta menuju Ngarai," ujar Muzakar.

Longsor Timbun Jalan dan Sungai, Beberapa Rumah Terdampak

Jalur ini sebelumnya tidak bisa dilalui sejak Rabu (31/1) malam akibat longsor yang menimbun badan jalan di kawasan Kelok 25 dan menutup aliran Sungai Muaro Pisang.

Akibat tersumbatnya sungai, aliran air membentuk jalur baru menuju arah Simpang Maninjau.

Dampak dari peristiwa ini menyebabkan beberapa rumah warga terdampak, bahkan satu unit alat berat ikut tertimbun.

Sebelumnya, proses pembersihan terkendala karena material longsor berupa tanah berbatu terus bergerak meski tidak turun hujan.

"Alat berat setiap hari bekerja membersihkan material. Namun material tanah longsor kembali turun setiap saat, akibat sungai tersumbat," kata Muzakar.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Gerry Eka