
Pantau - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mencatat sebanyak 547 gempa bumi terjadi di wilayah Bali sepanjang tahun 2025.
"Dari total jumlah kejadian itu, 10 gempa di antaranya dirasakan," kata Kepala BBMKG Wilayah III, Cahyo Nugroho, di Denpasar, Bali, Minggu (4/1).
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencatat 582 kejadian gempa bumi.
Sebagian besar gempa bumi yang terjadi pada 2024 dan 2025 memiliki magnitudo di bawah 3.
Didominasi Gempa Dangkal, Tertinggi Terjadi pada Bulan November
Selama tahun 2025, aktivitas gempa bumi di Bali didominasi oleh gempa dengan kedalaman dangkal, yakni kurang dari atau sama dengan 60 kilometer.
Total gempa dangkal yang tercatat mencapai 331 kejadian.
Jumlah gempa terbanyak terjadi pada bulan November, yakni sebanyak 115 kali.
Gempa dengan magnitudo terbesar di Bali selama 2025 terjadi pada 17 April, dengan kekuatan mencapai 5,4 magnitudo.
Episenter gempa tersebut berjarak 303 kilometer arah tenggara Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Intensitas guncangan dirasakan hingga ke wilayah Lombok dan Sumbawa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Total 6.215 Gempa di Wilayah Bali, NTB, dan Sebagian NTT
Secara regional, Pusat Gempa Regional (PGR) III mencatat sebanyak 6.215 gempa bumi terjadi di wilayah Bali, NTB, dan sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tahun 2025.
Dari total tersebut, sebanyak 67 kejadian dirasakan oleh masyarakat.
Aktivitas kegempaan di tiga provinsi itu juga didominasi oleh gempa dengan magnitudo di bawah 3.
Sementara itu, gempa dengan kedalaman kurang dari atau sama dengan 60 kilometer tercatat sebanyak 4.875 kejadian.
Jumlah gempa terbanyak di wilayah Bali, NTB, dan sebagian NTT terjadi pada bulan Januari, dengan total 795 kejadian.
- Penulis :
- Gerry Eka








