Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Bupati Situbondo Harap Napak Tilas NU Jadi Ruang Rekonsiliasi dan Penguatan Persaudaraan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Bupati Situbondo Harap Napak Tilas NU Jadi Ruang Rekonsiliasi dan Penguatan Persaudaraan
Foto: (Sumber: BUpati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo foto bersama dengan peserta napak tilas NU di Bangkalan, Madura. Minggu (4/1/2026) ANTARA/HO-Pemkab Situbondo.)

Pantau - Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, berharap kegiatan napak tilas sejarah Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momen spiritual, historis, dan ruang rekonsiliasi untuk mempererat persaudaraan di internal NU.

Napak Tilas NU, Dari Bangkalan ke Surabaya

Napak tilas sejarah pendirian NU dimulai pada Minggu, 4 Januari 2026, dengan rute awal dari makam Syaikhona Kholil di Bangkalan, dilanjutkan ke makam Sunan Ampel di Surabaya, dan akan menuju Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, sebagai lokasi penting kelahiran NU.

Inisiatif ini digagas oleh KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, cucu dari pahlawan nasional KHR As’ad Syamsul Arifin sekaligus pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo.

Napak tilas ini bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan para ulama, merawat ingatan kolektif umat, serta menjadi sarana rekonsiliasi dan penguatan tali persaudaraan antarwarga NU.

Situbondo Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Dalam sambutannya, Bupati Yusuf Rio menegaskan pentingnya kembali ke khittah NU dan menjaga organisasi ini sebagai rumah besar umat Islam ahlussunnah wal jamaah.

Ia menyebut napak tilas sebagai perjalanan spiritual dan historis, sekaligus upaya meneladani keikhlasan para pendiri NU.

"Napak tilas ini bisa menjadi ruang rekonsiliasi dan penguatan ukhuwah di internal NU," ungkapnya.

Yusuf Rio juga menyatakan kesiapan Pemkab Situbondo menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35 tahun 2026, mengingat Situbondo pernah menjadi lokasi bersejarah Muktamar NU tahun 1984.

Kegiatan ini menegaskan peran strategis Situbondo dalam dinamika sejarah dan masa depan NU.

Penulis :
Gerry Eka