
Pantau - Tim Badan Hisab dan Rukyat Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyatakan posisi bulan atau hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di bawah ufuk sehingga tidak dapat diobservasi dan bulan Sya'ban digenapkan menjadi 30 hari atau istiqmal.
Pengamatan hilal untuk menentukan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah dilaksanakan di Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, pada Selasa, 17 Februari 2026.
Ketua Badan Hisab dan Rukyat Kabupaten Situbondo Irpan Hilmi mengatakan, "Jadi, ketika hilal tidak terlihat karena posisinya di bawah ufuk, maka penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah menggenapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari," kepada wartawan di lokasi pengamatan.
Ia menjelaskan bahwa penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah akan diputuskan melalui Sidang Isbat yang dilaksanakan pada Selasa malam.
Irpan Hilmi juga menyampaikan, "Kalau secara perkiraan kami, ketika posisi hilal di bawah ufuk, maka awal puasa Ramadhan itu pada Kamis 19/2 lusa. Namun kita menunggu hasil Sidang Isbat,".
Perkiraan Awal Puasa Jatuh 19 Februari 2026
Irpan memperkirakan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah akan jatuh pada 19 Februari 2026 berdasarkan posisi hilal yang berada di bawah ufuk.
Ia menegaskan bahwa hasil resmi tetap menunggu keputusan pemerintah pusat melalui Sidang Isbat.
Bupati Ajak Warga Hormati Perbedaan Penetapan
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengajak seluruh masyarakat menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kebahagiaan dan saling menghormati apabila terdapat perbedaan penetapan dengan organisasi lain.
Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, "Saya sebagai bagian dari pemerintah, jadi saya akan berpuasa Ramadhan sesuai apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat,".
Dalam kegiatan pengamatan hilal tersebut turut hadir Wakil Bupati Ulfiyah, Ketua PCNU, Ketua MUI, perwakilan Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII, serta sejumlah perwakilan universitas.
- Penulis :
- Arian Mesa








