Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BGN Bali Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadhan dengan Penyesuaian Menu untuk Siswa Berpuasa

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BGN Bali Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadhan dengan Penyesuaian Menu untuk Siswa Berpuasa
Foto: Kepala BGN Bali Risca Christina (sumber: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap disalurkan kepada siswa sekolah selama bulan puasa dengan mekanisme penyesuaian menu bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa.

Kebijakan tersebut disampaikan Koordinator BGN Provinsi Bali, Risca Christina, di Denpasar pada Selasa.

“Kalau di Bali itu kan memang mayoritas Hindu siswanya, nah MBG-nya itu tetap berjalan seperti biasa, diberikan menu basah dan lain sebagainya.”, ungkapnya.

BGN Bali sebelumnya telah mengembalikan keputusan teknis pelaksanaan MBG selama bulan puasa kepada masing-masing sekolah sesuai kondisi peserta didik.

Karena mayoritas institusi pendidikan di Bali diisi siswa non-Muslim, penyaluran MBG tetap dilakukan pada waktu istirahat sekolah dengan menu basah seperti hari biasa.

Sementara itu, siswa Muslim yang menjalankan ibadah puasa tetap memperoleh paket makan bergizi dalam bentuk makanan kering untuk dibawa pulang.

“Jika ada siswa yang beragama Islam itu sekolahnya di sekolah mayoritas Hindu, itu mereka mendapat menu kering untuk dibawa pulang dimakan saat berbuka puasa atau lain sebagainya.”, jelas Risca.

Mekanisme Penyaluran dan Anggaran Tetap

Risca menegaskan bahwa mekanisme tersebut telah diketahui seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bali melalui surat edaran resmi.

“Ya, ini sudah diarahkan ke SPPG di seluruh Bali karena kami juga sudah ada surat edaran terkait bulan Ramadhan ini, dan untuk anggaran masih sama.”, tegasnya.

Setiap SPPG akan mendata jumlah siswa penerima menu basah serta jumlah siswa Muslim yang menerima menu kering selama satu bulan penuh.

Tidak ada perubahan anggaran meskipun terdapat perbedaan jenis menu, yakni Rp8.000 per porsi untuk balita hingga siswa kelas 4 SD dan Rp10.000 per porsi untuk siswa kelas 4 SD hingga SMA.

Menu basah bagi siswa non-Muslim tetap dikonsumsi di sekolah, sedangkan siswa yang berpuasa menerima menu kering seperti abon, telur, buah, kurma, dan roti yang dirombak setiap hari agar memenuhi angka kecukupan gizi.

Penyesuaian Saat Libur dan Fokus Kelompok 3B

BGN Bali menyadari kondisi di Bali berbeda dengan daerah lain yang menerapkan libur panjang selama bulan puasa sehingga distribusi dilakukan dengan skema berbeda.

Di luar Bali, saat siswa diliburkan, sekolah dan guru biasanya mengumpulkan siswa untuk membagikan makanan basah untuk berbuka atau makanan kering sebagai stok beberapa hari.

Di Bali, masa libur tercatat berlangsung selama sepekan hingga Sabtu, 21 Februari 2026, dalam rangka menyambut awal Ramadhan.

Selama periode libur tersebut, penyaluran MBG untuk siswa ditiadakan sementara dan dialihkan kepada kelompok 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak bawah lima tahun.

BGN Bali berharap program MBG tetap berjalan lancar selama bulan puasa dengan dukungan 178 SPPG, di mana 147 di antaranya telah aktif melayani sekitar 507 ribu penerima manfaat.

“Semoga tetap berjalan lancar dan sesuai dengan tujuannya, jadi walaupun kita memberikan menu kering diharapkan angka kecukupan gizi pada anak atau siswa di bulan Ramadhan tetap terpenuhi.”, pungkasnya.

Penulis :
Arian Mesa