
Pantau - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pergerakan Angkutan Lebaran 2026 secara nasional berpeluang lebih tinggi dari angka hasil survei meskipun proyeksi awal menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Ia mengungkapkan bahwa "Angka prakiraan pergerakan masyarakat pada periode Lebaran 2026 sebesar 143,9 juta orang, atau ada penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan 2025 sebesar 146,4 juta orang," yang disampaikan di Bandarlampung pada Selasa.
Berdasarkan data tersebut, proyeksi pergerakan masyarakat pada 2026 turun 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
Meski demikian, ia menilai realisasi pergerakan masyarakat berpotensi melampaui angka survei sebagaimana yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Pada 2025, realisasi jumlah pergerakan masyarakat tercatat mencapai 154,6 juta orang atau lebih tinggi dari angka survei yang telah ditetapkan sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa "Melihat hasil survei tahun kemarin, kita harus mengantisipasi, karena ada kemungkinan realisasi akan lebih besar atau mendekati angka tahun kemarin," sehingga diperlukan langkah antisipatif sejak dini, ungkapnya.
Antisipasi Lonjakan di Lampung dan Pelabuhan Bakauheni
Menteri Perhubungan menjelaskan bahwa mobilitas masyarakat menuju Provinsi Lampung harus tetap diantisipasi meskipun secara nasional tidak masuk dalam lima besar provinsi tujuan favorit.
Lampung tercatat sebagai salah satu dari lima besar tujuan favorit masyarakat yang berasal dari wilayah Jabodetabek dengan potensi pergerakan tinggi.
Ia menyampaikan bahwa "Lampung masuk dalam lima besar tujuan favorit daerah Jabodetabek yang diperkirakan jumlah orang bergerak mencapai 778,67 ribu orang. Sepertinya orang Lampung banyak di daerah Jabodetabek sehingga ini pun perlu diantisipasi terutama di Pelabuhan Bakauheni," sehingga fokus pengamanan dan pengaturan arus perlu diperkuat di titik tersebut, ujarnya.
Komitmen Pemerintah Siapkan Angkutan Lebaran Optimal
Ia juga menekankan bahwa meskipun Provinsi Lampung tidak termasuk daerah tujuan favorit secara nasional, potensi peningkatan pergerakan dari daerah lain tetap harus diantisipasi.
Lampung memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang masuk ke Pulau Sumatera sehingga mobilitas tinggi di wilayah tersebut memerlukan perhatian khusus dari pemerintah dan pemangku kepentingan.
Sebagai penutup, ia menyatakan bahwa "Hal ini menjadi dasar kita semua untuk tetap menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 secara optimal dan maksimal. Khususnya di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti di Provinsi Lampung," sebagai komitmen pemerintah dalam memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, tegasnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick







