
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya menyukseskan Asta Cita keempat Presiden RI Prabowo Subianto melalui penguatan sektor pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
Asta Cita keempat Presiden Prabowo mencakup pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
"Secara nasional, anggaran revitalisasi mencapai Rp16,9 triliun untuk 16 ribu sekolah. Kami berharap bantuan ini, termasuk papan interaktif digital di Sumut dapat segera digunakan secara maksimal," ungkapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat meresmikan Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 di SMK Negeri 7 Medan, Minggu, didampingi Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution.
Revitalisasi Pendidikan di Sumatera Utara Capai Rp852 Miliar
Untuk Provinsi Sumatera Utara, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran revitalisasi pendidikan sebesar Rp852 miliar.
Dana tersebut ditujukan untuk 897 satuan pendidikan yang meliputi 34 PAUD, 400 SD, 240 SMP, 119 SMA, 88 SMK, 11 SLB, dan lima PKBM atau SKB.
Selain revitalisasi fisik, pemerintah juga mendistribusikan 1.778 papan interaktif digital guna mendukung metode pembelajaran modern pada semester genap 2026.
"Untuk program digitalisasi pendidikan di Sumut telah dibagikan sebanyak 1.778 papan interaktif digital mendukung metode pembelajaran modern di semester genap 2026," jelas Abdul Mu’ti.
Sekolah Gratis dan Pemulihan Pascabencana
Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution menyampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas pembangunan daerah.
"Antara lain dimulainya program sekolah gratis di Kepulauan Nias, dan daerah terdampak bencana pada 2026 ini," ungkap Bobby.
Ia menjelaskan bahwa Pemprov Sumut telah mengambil langkah cepat menjamin keberlangsungan pendidikan di tengah tantangan bencana.
Sebanyak 50 SMA dan SMK di Sumut tercatat terdampak banjir dan longsor pada awal 2026.
"Senin esok, semester genap dimulai dan Pemprov Sumut sudah siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Meski ada dua sekolah belum bisa beraktivitas maksimal karena dampak bencana yang besar, kami pastikan penanganan terus berjalan Pak Menteri," tambahnya.
Pemprov Sumut juga akan memperluas cakupan program sekolah gratis pada tahun ajaran 2026/2027.
Program ini mencakup seluruh siswa SMA/SMK di Kepulauan Nias dan daerah-daerah terdampak bencana seperti Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Sibolga.
"Di Kepulauan Nias masih ditemukan desa tertinggal yang butuh perhatian penuh. Kami akan menggratiskan biaya sekolah di sana, membangun sekolah unggulan, dan sekolah rakyat untuk mendukung visi Presiden," ujar Bobby.
- Penulis :
- Gerry Eka








