Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, Masyarakat Diminta Waspadai Awan Panas dan Lahar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, Masyarakat Diminta Waspadai Awan Panas dan Lahar
Foto: (Sumber: Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi, Minggu (4/1/2026). ANTARA/HO-PVMBG/aa.)

Pantau - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur masih didominasi oleh gempa letusan atau erupsi dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan peningkatan aktivitas yang perlu diwaspadai oleh masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan saat ini berada pada status Level III atau Siaga.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melaporkan bahwa pada Senin, 5 Januari 2026 pukul 00.00–06.00 WIB, tercatat 32 kali gempa letusan dengan amplitudo 10–23 mm dan durasi 66–163 detik.

Aktivitas Vulkanik dan Visual Gunung

Selain gempa letusan, pengamatan juga mencatat:

  • Dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2 mm dan durasi 29–45 detik
  • Satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 8 mm dan durasi 116 detik
  • Dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10–30 mm, S–P 13–15 detik, dan durasi 52–60 detik

Sementara itu, data pengamatan selama 24 jam pada Minggu, 4 Januari 2026, menunjukkan:

  • 151 kali gempa letusan atau erupsi
  • 10 kali gempa guguran
  • 21 kali gempa embusan
  • 3 kali gempa harmonik
  • 5 kali gempa tektonik jauh

"Secara visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0–III, teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang, tinggi sekitar 200–300 meter dari puncak," ungkap Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis di Lumajang.

Rekomendasi PVMBG dan Wilayah yang Harus Dihindari

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan beberapa rekomendasi penting untuk keselamatan masyarakat:

Dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Di luar radius tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terjadi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," demikian pernyataan PVMBG.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi:

  • Awan panas
  • Guguran lava
  • Lahar

Potensi bahaya terbesar terdapat di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, antara lain:

  • Besuk Kobokan
  • Besuk Bang
  • Besuk Kembar
  • Besuk Sat

Masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan, terutama saat terjadi hujan deras.

Peningkatan aktivitas Gunung Semeru ini menjadi perhatian serius, dan seluruh warga di sekitar kawasan rawan diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Penulis :
Aditya Yohan