Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Sekolah Terendam Banjir, SDN Pamarican 2 Kota Serang Terapkan Pembelajaran Daring

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Sekolah Terendam Banjir, SDN Pamarican 2 Kota Serang Terapkan Pembelajaran Daring
Foto: (Sumber: Penjaga sekolah merapihkan buku-buku yang terdampak banjir di ruang perpustakaan SDN Pamarican 2, Kota Serang, Banten, Senin (5/1/2025). ANTARA/Desi Purnama Sari/aa..)

Pantau - Suasana hari pertama masuk sekolah setelah libur semester serta Natal dan Tahun Baru di SDN Pamarican 2, Kota Serang, Banten, pada Senin, 5 Januari 2026, tampak lengang karena seluruh ruang kelas terendam banjir.

Banjir tersebut menyebabkan kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka.

Kepala SDN Pamarican 2 Kota Serang, Subhi, menyampaikan bahwa pembelajaran terpaksa dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh atau daring.

Ia menjelaskan, “Seharusnya hari ini siswa masuk, namun karena banjir, anak-anak belajar melalui daring. Guru-guru tetap hadir di sekolah untuk memberikan tugas dan memantau siswa yang sedang daring,” ungkapnya.

Banjir yang menggenangi sekolah disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak akhir pekan.

Faktor lain penyebab banjir adalah buruknya sistem resapan air di lingkungan sekolah.

Ketinggian air sempat mencapai lutut orang dewasa pada Sabtu dan Minggu.

Akibat banjir tersebut, enam ruang kelas dari kelas 1 hingga kelas 6 terendam air.

Ruang perpustakaan sekolah juga ikut terdampak banjir.

Sebanyak 234 siswa SDN Pamarican 2 diperintahkan untuk belajar dari rumah.

Kebijakan belajar dari rumah dilakukan sesuai arahan Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang juga telah meninjau langsung kondisi sekolah yang terdampak banjir.

Pembelajaran daring dipilih demi menjaga keselamatan dan kesehatan para siswa.

Subhi menyampaikan kemungkinan durasi pembelajaran daring, “Kemungkinan belajar daring ini bisa berlangsung satu minggu atau lebih kalau keadaan turun hujan lagi,” katanya.

Pihak sekolah mengaku telah melakukan berbagai upaya antisipasi banjir.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat bendungan kecil di area belakang sekolah.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.

Subhi menyampaikan rencana penanganan jangka panjang dari pemerintah kota, “Informasi dari pemerintah kota, insya Allah tahun ini mudah-mudahan bisa terealisasi pembangunan total. Rencananya tanah halaman sekolah akan disamakan tingginya dengan jalan,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di SDN Pamarican 1 yang berada tepat di sebelah SDN Pamarican 2.

Di SDN Pamarican 1, sejumlah ruang kelas masih tampak tergenang air.

Penulis :
Aditya Yohan