
Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meninjau implementasi program digitalisasi pembelajaran melalui pemanfaatan bantuan Interactive Flat Panel di SD Katolik Krida Dharma, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah.
Kunjungan tersebut dilakukan pada Senin, 5 Januari 2026, sebagai bagian dari pemantauan pemanfaatan teknologi pendidikan di sekolah.
Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa kehadiran teknologi digital dalam pembelajaran tidak menggantikan peran guru.
Ia menyatakan bahwa guru tetap menjadi aktor utama dalam proses pendidikan.
“Yang tetap menjadi kunci adalah guru, sedangkan Interactive Flat Panel merupakan media pembelajarannya,” ungkap Fajar Riza Ul Haq.
Ia mendorong para guru untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform Rumah Pendidikan sebagai sumber belajar digital bagi guru dan murid.
Rumah Pendidikan merupakan super aplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan dalam satu pintu.
Layanan tersebut mencakup konten video pembelajaran interaktif, artikel pembelajaran, laboratorium maya, gim edukasi, serta latihan soal yang dapat diakses oleh guru dan murid.
Salah satu guru SD Katolik Krida Dharma Anik Sulifah menyampaikan bahwa Interactive Flat Panel menjadi media pembelajaran yang efektif dan mampu mengakomodasi beragam kebutuhan belajar siswa.
“IFP bisa digunakan untuk menampilkan video, audio, hingga gim edukatif, dan layarnya bisa disentuh langsung oleh siswa,” ungkap Anik Sulifah.
Ia menyebutkan interaksi langsung siswa dengan layar menciptakan keaktifan dalam proses pembelajaran.
Pemanfaatan Interactive Flat Panel juga dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru.
Guru terdorong mengembangkan ide-ide pembelajaran yang sebelumnya sulit diterapkan serta mengikuti perkembangan teknologi pendidikan.
Dari sisi siswa, penggunaan Interactive Flat Panel membuat mereka lebih aktif, kreatif, dan bersemangat mengikuti kegiatan belajar.
Sebelumnya, pembelajaran dengan proyektor hanya melibatkan aktivitas membaca, mendengarkan, dan melihat.
Melalui Interactive Flat Panel, siswa dapat mengendalikan dan menyentuh layar secara langsung sehingga keterlibatan terhadap materi pembelajaran menjadi lebih tinggi.
Melalui program digitalisasi pembelajaran dan penyediaan Interactive Flat Panel di sekolah, Kemendikdasmen berupaya menghadirkan pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Pemanfaatan teknologi yang didukung kompetensi guru diharapkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
- Penulis :
- Aditya Yohan








