Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Razia Senjata Tajam Digelar, Aparat TNI-Polri Bongkar Titik Kumpul Kelompok Bertikai di Kwamki Narama

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Razia Senjata Tajam Digelar, Aparat TNI-Polri Bongkar Titik Kumpul Kelompok Bertikai di Kwamki Narama
Foto: Personel gabungan TNI-Polri membongkar tenda darurat yang dijadikan titik kumpul dua kelompok yang bertikai di Dístrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah (sumber: ANTARA/Handout)

Pantau - Aparat gabungan TNI-Polri menggelar razia senjata tajam dan membongkar tenda darurat yang dijadikan titik kumpul dua kelompok warga yang bertikai di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan mendorong proses perdamaian antar kelompok warga yang berselisih.

Konflik yang terjadi sejak Oktober 2025 tersebut telah menewaskan lebih dari 10 orang.

“Kami lakukan razia alat-alat tajam. Pemda juga ada upaya mendamaikan pihak-pihak yang bertikai,” ungkapnya.

Koordinasi dan Penegakan Hukum

Pihak Polres Mimika juga menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk meredam konflik yang dipicu oleh kasus perselingkuhan antar warga.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi adanya provokator yang memperkeruh situasi.

“Apabila ada pihak lain atau provokator yang tidak menginginkan adanya perdamaian, kami akan tangkap dan proses hukum,” ia mengungkapkan.

Sebanyak 400 personel gabungan telah dikerahkan ke Distrik Kwamki Narama untuk mengamankan situasi serta mencegah meluasnya konflik ke wilayah Kota Timika.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak khawatir terhadap kondisi keamanan di wilayah tersebut.

Langkah Pemerintah Daerah

Sebelumnya, Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan bahwa pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi dengan pejabat Forkopimda setempat.

Langkah ini diambil untuk merumuskan tindakan tegas dalam menghentikan konflik yang terus berlangsung.

Bupati Rettob juga meminta agar aparat kepolisian menegakkan hukum positif terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.

Ia turut mengimbau kedua kelompok warga yang bertikai untuk segera berdamai demi menjaga stabilitas dan keselamatan bersama.

Penulis :
Arian Mesa