Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Presiden Prabowo Tegaskan Percepatan Program Makan Bergizi Gratis, Targetkan Zero Defect

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Presiden Prabowo Tegaskan Percepatan Program Makan Bergizi Gratis, Targetkan Zero Defect
Foto: Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa 6/1/2026 (sumber: Youtube Sekretariat Presiden)

Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya menghapus kelaparan dan kemiskinan, terutama di kalangan anak-anak dan ibu hamil.

Penegasan ini disampaikan Prabowo dalam retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 6 Januari 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo mengutip pernyataan Presiden pertama RI, Soekarno: "the hungry stomach cannot wait", yang ia terjemahkan menjadi "perut yang lapar tidak bisa tunggu".

Menurut Prabowo, pemimpin yang bertanggung jawab, berhati, dan peduli harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan.

Capaian dan Perbandingan Internasional

Prabowo menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG saat ini telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak dan ibu hamil, hanya dalam waktu satu tahun.

Sebagai pembanding, ia menyebut Brasil membutuhkan waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat dalam program serupa.

Pencapaian ini, menurut Prabowo, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah gizi anak di Indonesia.

Ia menyebut bahwa pencanangan program MBG didasarkan pada hasil kajian yang menunjukkan sekitar 20 persen anak Indonesia mengalami kekurangan gizi, dan di beberapa daerah angkanya bahkan melebihi 30 persen.

Banyak anak di Indonesia pergi ke sekolah tanpa sarapan atau hanya mengonsumsi makanan dengan gizi yang sangat terbatas.

Pengawasan Ketat dan Target Zero Defect

Prabowo mengakui bahwa dalam pelaksanaan MBG masih terdapat kekurangan dan potensi penyimpangan.

Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan evaluasi, pengawasan, serta langkah pengamanan secara berkelanjutan terhadap program ini.

Target pemerintah adalah pelaksanaan program mendekati 100 persen tanpa cacat (zero defect).

Kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik boleh dikatakan bahwa kita 99,99% berhasil. Jadi saudara-saudara tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kekurangan sekecil apapun tetap dianggap serius dan tidak boleh diabaikan.

Tidak kita puas dengan kekurangan 0,00 sekian itu pun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi dan alhamdulillah kita sudah mengatasi dan kita sedang atasi terus. Langkah demi langkah, pengawasan demi pengawasan, langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan,” ia mengungkapkan.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki pelaksanaan program berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.

Penulis :
Shila Glorya