Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gunung Semeru Alami Enam Kali Erupsi di Pagi Hari, PVMBG Keluarkan Larangan Aktivitas di Zona Bahaya

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gunung Semeru Alami Enam Kali Erupsi di Pagi Hari, PVMBG Keluarkan Larangan Aktivitas di Zona Bahaya
Foto: (Sumber: Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan sekitar 900 meter di atas puncak pada Rabu (7/1/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG)

Pantau - Gunung Semeru yang berada di Jawa Timur dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut tercatat mengalami enam kali erupsi pada Rabu pagi, 7 Januari 2026.

Letusan gunung api tersebut menghasilkan kolom abu dengan ketinggian berkisar antara 700 hingga 900 meter di atas puncak.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.26 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 700 meter.

Rangkaian Erupsi dan Ciri-Ciri Visual

Setelah erupsi pertama, letusan berikutnya terjadi secara beruntun pada:

  • 00.36 WIB
  • 05.32 WIB
  • 05.53 WIB
  • 06.46 WIB
  • 09.37 WIB

Pada erupsi pukul 06.46 WIB, tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 900 meter di atas puncak.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan timur laut.

Letusan ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 16 mm dan durasi 120 detik.

Sementara itu, erupsi pukul 09.37 WIB tidak teramati secara visual karena tertutup kabut, namun tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 105 detik.

Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga).

Rekomendasi PVMBG dan Zona Bahaya

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

"Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi)," tegas PVMBG.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi meluasnya awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 km dari puncak.

Selain itu, aktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru juga dilarang karena rawan terhadap lontaran batu pijar.

Masyarakat diimbau untuk terus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat mengalir melalui sungai-sungai atau lembah berhulu di puncak Semeru.

Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Besuk Kobokan
  • Besuk Bang
  • Besuk Kembar
  • Besuk Sat

PVMBG juga mengingatkan adanya potensi bahaya lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Penulis :
Ahmad Yusuf