Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Cegah Banjir Susulan, Kementerian PU Siapkan 50 Alat Berat untuk Normalisasi Sungai di Sumbar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Cegah Banjir Susulan, Kementerian PU Siapkan 50 Alat Berat untuk Normalisasi Sungai di Sumbar
Foto: (Sumber: Sejumlah alat berat melakukan normalisasi sungai di daerah Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat pascabencana alam yang melanda kota itu. ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V menyiapkan 50 unit alat berat untuk mempercepat proses normalisasi sungai di Provinsi Sumatera Barat pascabencana banjir bandang.

Langkah ini diambil sebagai upaya penanganan darurat untuk mengantisipasi risiko banjir susulan di wilayah terdampak.

“BWS Sumatera V telah menyiapkan 50 unit alat berat untuk mendukung kegiatan normalisasi sungai di wilayah terdampak,” ujar Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, dalam pernyataannya di Kota Padang, Rabu, 7 Januari 2026.

Sungai Mengalami Pendangkalan, Normalisasi Jadi Prioritas

Mahyeldi meminta BWS Sumatera V bergerak cepat menormalisasi sungai yang mengalami pendangkalan akibat tumpukan material pascabanjir bandang yang terjadi pada November dan Desember 2025.

“Saya berharap BWS Sumatera V segera melakukan pembersihan material kayu serta pengerukan di sepanjang aliran sungai yang terdampak agar risiko banjir susulan dapat diminimalisir,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, masih banyak material kayu yang tersangkut dan mengendap di sepanjang aliran sungai, sehingga menghambat aliran air.

Pendangkalan ini meningkatkan potensi luapan air saat hujan turun, terutama di wilayah permukiman padat penduduk.

Fokus Sungai Terdampak dan Pemanfaatan Material Kayu

Beberapa sungai yang akan menjadi fokus normalisasi meliputi:

  • Sungai Batang Kuranji
  • Sungai Lubuk Minturun
  • Sungai Tabing Banda Gadang (Kecamatan Nanggalo)

“Di aliran Sungai Batang Kuranji masih terdapat material kayu dan pendangkalannya cukup mengkhawatirkan. Penanganannya perlu diprioritaskan karena berada di kawasan permukiman padat,” jelas Mahyeldi.

Selain untuk normalisasi, Gubernur juga mengimbau agar masyarakat memanfaatkan material kayu yang terbawa arus banjir untuk keperluan sehari-hari.

“Saya minta camat, lurah, dan wali nagari berkoordinasi dengan masyarakat untuk pemanfaatan material kayu yang terbawa arus. Harapan kita, selain sungai kembali bersih, manfaatnya juga bisa dirasakan warga terdampak,” tambahnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf