
Pantau - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, melakukan inspeksi dan evaluasi langsung terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rangka memastikan kelayakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah timbulnya masalah kesehatan dari kondisi dapur yang tidak memenuhi standar.
Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan adanya dapur program MBG yang berdiri di lingkungan yang kurang layak secara kesehatan.
Beberapa lokasi dapur tersebut berada di dekat tempat pembuangan sampah, tumpukan barang rongsok, hingga aliran sungai yang tercemar.
"Temuan tersebut dinilai berisiko dan perlu ditindaklanjuti secara serius. Program MBG menyangkut kesehatan masyarakat terutama anak-anak sehingga tidak boleh ada dapur yang berdiri di lokasi yang berpotensi menimbulkan dampak negatif," ungkapnya.
Dapur Harus Penuhi Standar Kesehatan dan Keamanan Pangan
Sukirman menegaskan akan turun langsung bersama instansi terkait untuk memastikan bahwa seluruh dapur MBG memenuhi ketentuan teknis, standar keamanan pangan, serta persyaratan kesehatan lingkungan.
"Kemudian, hasil pengecekan tersebut, nantinya juga akan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," ujarnya.
Dalam kapasitasnya sebagai Koordinator SPPG Kabupaten Pekalongan, Sukirman juga menyoroti adanya persoalan dalam distribusi bahan pangan ke dapur-dapur MBG.
Ia mengungkapkan adanya keluhan dari pedagang pasar mengenai pasokan bahan baku dapur yang sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah.
"Potensi petani dan pelaku usaha lokal di sini cukup besar. Ke depan, kami berharap mereka bisa lebih dilibatkan agar manfaat ekonomi dari program ini juga dirasakan masyarakat di daerah ini," jelasnya.
Saat ini, baru sekitar 30 persen dari total kebutuhan 78 dapur SPPG yang telah terealisasi dalam program MBG.
" Kami berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan optimal, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari," tutup Sukirman.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








