
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan perlunya membangun konsep terintegrasi dalam distribusi film di Indonesia agar penayangan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.
Fadli Zon menyampaikan bahwa setelah film selesai tayang di pusat atau provinsi penayangannya dapat dilanjutkan ke daerah di bawahnya guna memperluas akses masyarakat terhadap tontonan.
Menteri Kebudayaan menyatakan “Setelah film selesai tayang di pusat atau provinsi, bisa dilanjutkan penayangannya ke daerah di bawahnya. Ini perlu dikaji lebih lanjut bersama Direktorat Film, Musik, dan Seni agar konsepnya terbangun dengan baik,” ungkapnya.
Pengembangan layar bioskop di tingkat kecamatan dinilai sebagai hal yang menarik mengingat saat ini bioskop masih terkonsentrasi di wilayah kabupaten dan kota.
Ketua Umum Persatuan Film Keliling Indonesia Y Endiarto menjelaskan konsep Bioskop Rakyat atau BIOSRA sebagai inisiatif bioskop permanen yang dirancang hadir di setiap kecamatan.
BIOSRA direncanakan menerapkan harga tiket terjangkau sekitar Rp10.000 agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Y Endiarto menyampaikan “Ini bukan layar tancap, melainkan bioskop permanen yang menayangkan film-film terbaru. Tujuannya menghadirkan keadilan tontonan bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan ekonomi baru di tingkat kecamatan,” katanya.
BIOSRA dirancang sebagai bangunan permanen dua lantai berukuran 10 x 30 meter.
Lantai atas BIOSRA difungsikan sebagai ruang bioskop dan multifunction hall.
Lantai bawah BIOSRA dimanfaatkan sebagai ruang UMKM masyarakat lokal non franchise.
Y Endiarto menjelaskan “PERFIKI nantinya berperan sebagai manajemen film, sementara aset sepenuhnya dimiliki pengusaha lokal. Jika belum ada investor lokal, PERFIKI siap mengambil peran awal dengan dukungan pemerintah pusat,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut PERFIKI menyampaikan rencana pembangunan proyek percontohan BIOSRA di Kecamatan Cempaka Kabupaten Purwakarta.
BIOSRA di Purwakarta direncanakan mulai berjalan setelah Lebaran tahun ini.
Selain pemutaran film BIOSRA juga dirancang untuk mendorong lahirnya talenta perfilman lokal melalui penyelenggaraan audisi film daerah.
Inisiatif BIOSRA diharapkan dapat melahirkan aktor kru film serta rumah produksi lokal di daerah.
Program ini juga diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat perfilman di daerah.
Menanggapi pemaparan tersebut Fadli Zon menilai gagasan BIOSRA sebagai inisiatif yang menarik dan patut dikembangkan.
Menteri Kebudayaan menyatakan “Semakin banyak layar, tentu semakin baik. Semakin banyak bioskop, tentu kita dukung,” katanya.
Fadli Zon menyoroti masih banyak kabupaten dan kota di Indonesia yang belum memiliki bioskop sehingga pengembangan layar di daerah dinilai penting untuk pemerataan akses tontonan.
Diskusi juga membahas potensi pemanfaatan ruang dan aset daerah yang belum digunakan secara maksimal untuk mendukung penyelenggaraan BIOSRA.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang baru bagi pelaku film lokal serta menggerakkan sirkulasi ekonomi dari tingkat kecamatan ke kota.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








