Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemprov Jateng Salurkan Dana Bakkris untuk Korban Bencana, Luncurkan Aplikasi Sosial Digital

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemprov Jateng Salurkan Dana Bakkris untuk Korban Bencana, Luncurkan Aplikasi Sosial Digital
Foto: (Sumber: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menyalurkan dana amal Badan Amal Kasih Kristiani (Bakkris) untuk berbagai kegiatan sosial, termasuk bantuan bagi korban bencana dan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).

Dana Rp590 Juta dan Aplikasi Si Dia Baik

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian sosial dari umat Kristiani yang tidak hanya peduli terhadap dirinya sendiri, tetapi juga terhadap masyarakat luas.

Berdasarkan laporan panitia, dana amal yang telah terkumpul melalui Bakkris Provinsi Jawa Tengah mencapai sekitar Rp590 juta.

Dalam acara perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tingkat provinsi, Pemprov Jateng juga meluncurkan aplikasi digital bernama Si Dia Baik.

Peluncuran aplikasi dilakukan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, sebagai upaya mewujudkan pengelolaan aksi sosial yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Aplikasi ini merupakan inisiatif dari paguyuban umat Kristiani di lingkungan Pemprov Jateng yang sebelumnya telah mengusulkan pengumpulan sebagian harta untuk kegiatan sosial.

Fasilitasi ASN Kristen dan Dorongan Inklusivitas

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menjelaskan bahwa aplikasi ini dirancang khusus untuk memfasilitasi ASN umat Kristiani dalam menyalurkan sebagian hartanya demi kesejahteraan masyarakat, terutama umat Kristen yang membutuhkan.

Ia menyampaikan harapannya agar langkah ini dapat menginspirasi umat agama lain untuk melakukan hal serupa guna membantu sesama.

“Saling empati dan semangat untuk sejahtera bersama adalah nilai yang harus terus dijaga,” ungkap Gus Yasin.

Hanung Triyono, Ketua Panitia acara peluncuran aplikasi Si Dia Baik, menyebut bahwa aplikasi ini merupakan wujud akuntabilitas dari ASN umat Kristiani dalam mengelola dana amal secara profesional.

Ia menegaskan bahwa aplikasi ini tidak menggantikan praktik keagamaan seperti persepuluhan, tetapi menjadi bentuk kepedulian nyata di luar aktivitas ibadah rutin.

Hanung juga menekankan pentingnya pengelolaan yang cermat agar dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat Jawa Tengah yang membutuhkan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf